JEPARA - Ribuan pengukir di Kabupaten Jepara tampak sumringah, lantaran sang putra-putri mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Dukungan dana pendidikan tersebut diterimakan pada Kamis (11/9) di Pendapa Kabupaten Jepara.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyebutkan bahwa program tersebut bermula dari inisiatif Bupati Jepara Witiarso Utomo, yang mengusulkan agar anak-anak pengukir memperoleh akses beasiswa.
Hal itu ditujukan agar dapat membantu dan memperkuat perekonomian bagi para pengukir. Para siswa dari jenjang SD hingga SMA sederajat memperoleh beasiswa PIP tersebut. Untuk murid SD sejumlah Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu dan SMA Rp 1,8 juta.
"Ini atas inisiatif Pak Bupati, beberapa waktu lalu menyampaikan kepada saya, apakah anak-anak pengukir bisa mendapatkan kesempatan khusus mengakses beasiswa Indonesia Pintar," terangnya.
Lestari berharap, beasiswa tersebut dapat menjadi dorongan bagi anak-anak pengukir untuk menyelesaikan pendidikannya, mencegah putus sekolah, sekaligus menjaga keberlanjutan seni ukir Jepara.
"Harapannya anak-anak bisa menyelesaikan pendidikannya, dan seni ukir di Jepara tetap dijunjung tinggi sebagai maha karya yang tidak luntur dengan perkembangan zaman," imbuhnya.
Pada saat yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa penyaluran PIP kali ini mayoritas ditujukan bagi anak-anak keluarga pengukir ataupun pelaku mebel.
"Ya, hari ini kami menyerahkan beasiswa PIP, khususnya mayoritas untuk anak-anak yang orang tuanya pengukir atau mebel, supaya minimal meringankan beban pendidikan keluarga pengukir. Langkah ini bagian dari upaya bahwa kebijakan-kebijakan pusat yang kita jalankan juga mendukung pelestarian ukir di Kabupaten Jepara," ujarnya.
Penerimaan beasiswa akan dilakukan secara bertahap. Dari total alokasi 2.500 penerima, sebanyak 1.508 siswa telah menerima manfaat beasiswa pada kesempatan tersebut.
Sedangkan target secara keseluruhan, jumlah penerima PIP di Kabupaten Jepara mencapai 10.900 siswa untuk kategori umum.
"Jadi semuanya tercover dalam rangka menyiapkan SDM yang unggul di Kabupaten Jepara," ucapnya.
Penyerahan beasiswa ini diharapkan bukan hanya meringankan beban keluarga pengukir, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga tradisi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jepara.
"Apalagi mayoritas untuk anak-anak yang memang bapaknya mengukir atau mebel. Ini menjadi langkah, kebijakan yang kami terapkan mendukung pelestarian ukir di Kabupaten Jepara," katanya.
Hal tersebut juga sejalan dengan program Kartu Sarjana yang tengah diproyeksikan, untuk menjadi dukungan pembiayaan pendidikan tinggi.(fik)
Editor : Mahendra Aditya