JEPARA – Perbaikan Gedung DPRD Jepara digelontor menggunakan anggaran dari pemerintah pusat (APBN).
Di samping itu, juga disediakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Jepara untuk dapat digunakan terhadap pemenuhan sarpras nonfisik.
Hal tersebut menjadi buntut dari proses upaya rehabilitasi usai Gedung DPRD Jepara usai dibakar dan dijarah pada Minggu (31/8) lalu oleh massa aksi unjuk rasa.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, alokasi BTT 2025 Kabupaten Jepara mencapai Rp 13,5 miliar.
Sampai dengan Agustus telah terealisasi 3,58 persen atau Rp 482.989.750. Masih terdapat sisa Rp 13.017.010.259.
Kendati demikian, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana perbaikan Kantor DPRD Jepara.
Dikatakan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah meninjau serta menyusun dan mengajukan rancangan anggaran belanja (RAB).
”Kami kemarin sudah menyiapkan anggaran (BTT, Red). Namun, setelah berdiskusi dengan Kemendagri, akhirnya direspons pusat, sehingga perbaikan menggunakan dana pusat," ungkapnya kemarin.
Dijelaskan lebih lanjut, BTT Jepara sendiri juga masih terbilang banyak, lantaran baru terealisasi 3,58 persen dari total anggaran.
Ini karena, BTT menjadi dana yang dialokasikan dalam APBD Jepara untuk membiayai pengeluaran yang bersifat mendesak serta tidak terprediksi.
Seperti halnya penanggulangan bencana alam, bencana sosial, atau kejadian luar biasa lain.
”Dana pusat menyisir hanya untuk fisiknya. Sedangkan nonfisik bisa dipenuhi dengan BTT. Secepatnya akan dibangun oleh PU pusat," ucapnya.
Pihaknya juga mengaku belum dapat menyampaikan total kerugian secara detail, karena sampai dengan saat ini masih dilakukan perhitungan.
Sementara itu, tak hanya ikhtiar lahir, usaha batin juga turut dilakukan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) serta segenap jajaran pegawai Jepara.
Di antaranya, doa bersama yang digelar di pelataran kompleks musala Gedung DPRD Jepara.
Selain itu, juga kegiatan serupa yang dilaksanakan di halaman Sekretariat Daerah (Sekda) Jepara pada Senin (8/9) sore.
Tak tanggung-tanggung, rangkaian doa bersama juga berlanjut dengan kegiatan ”Jepara Bersholawat”.
Suasana doa bersama di musala kompleks DPRD Jepara berlangsung khidmat dan khusyuk.
Para pemimpin daerah, anggota DPRD, serta masyarakat yang hadir larut dalam lantunan doa. Berharap keberkahan dan ketentraman selalu tercurah untuk Jepara.
”Hari ini (kemarin, Red) kami menggelar doa bersama di DPRD. Ini kan bulan Maulid. Jadi sekalian memeringati Maulid Nabi. Mudah-mudahan Jepara aman, tentram, dan damai," harapnya.
Pada saat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna menyampaikan, doa bersama ini, menjadi wujud kebersamaan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), anggota DPRD, serta seluruh staf dan karyawan DPRD dalam menjaga kondusivitas daerah.
Khususnya setelah musibah yang dialami Jepara sepekan lalu.
”Kami bersama forkopimda dan seluruh jajaran melaksanakan doa bersama dalam rangka ikhtiar. Terlebih pada momentum Maulid Nabi ini. Harapannya, Jepara selalu kondusif dan damai," ujarnya.
Agus menambahkan, berdasarkan hasil rapat pimpinan (rapim) bulan ini, DPRD hanya akan melaksanakan kegiatan yang bersifat krusial.
”Hal ini untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada, serta fokus pada upaya menjaga stabilitas daerah,” imbuhnya. (fik)
Editor : Ali Mustofa