JEPARA – Program Hibah PPM Kemendikti Saintek PM-UPUD yang melibatkan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara dan Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Kali ini, kedua perguruan tinggi tersebut menggelar pelatihan dengan judul “Smart Glass House Evaporation untuk Peningkatan Hasil Panen Garam melalui Media Sosial dan E-Commerce.”
Pelatihan ini secara khusus diikuti oleh dua mitra UMKM, yakni Rumah Garam Jepara dan Sugar Leboh. Kegiatan berlangsung di rumah masing-masing mitra pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Baca Juga: KKN UNISNU Jepara Dampingi UMKM Kerupuk Muna Bejo di Desa Manyargading
Pemilihan lokasi langsung di tempat mitra bertujuan agar peserta dapat merasakan suasana nyata usaha garam serta memahami lebih mendalam konteks penerapan inovasi yang disampaikan dalam pelatihan.
Narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ini adalah Bapak Sarwido, SE., MM., selaku Kepala Pusat Kewirausahaan UNISNU Jepara.
Beliau dikenal sebagai sosok yang aktif mendampingi UMKM, khususnya dalam hal inovasi kewirausahaan dan digitalisasi bisnis.
Dalam kesempatan ini, beliau membawakan materi mengenai dasar-dasar digital marketing serta strategi media sosial tahun 2025.
Melalui pemaparan yang terstruktur, peserta diajak untuk memahami bagaimana digital marketing bukan hanya sebatas promosi di internet.
Tetapi juga meliputi strategi pengelolaan konten, interaksi dengan konsumen, pemanfaatan platform e-commerce, Tim pengabdi terdiri dari Dias Prihatmoko, ST, M.Eng, sebagai Ketua.
Dan anggota di antaranya Sarwido, SE, MM. Arif Mustofa, ST, M.SI Ahmad Pandhu Wijaya, M.Kom.
Arif Mustofa, ST, M.SI menyampaikan bahwa optimalisasi media sosial agar produk garam dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Materi mengenai strategi media sosial tahun 2025 juga memberikan gambaran tentang tren, algoritma, serta pola perilaku konsumen yang semakin digital dan mobile-friendly.
Peserta pelatihan terlihat sangat antusias sejak awal hingga akhir kegiatan.
Antusiasme ini tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, partisipasi aktif dalam diskusi, serta semangat mereka saat mencoba memahami konsep pemasaran digital untuk diaplikasikan pada usaha garam yang mereka kelola.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Jepara memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar yang semakin kompetitif.
Selain aspek digital marketing, pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan teknologi smart glass house evaporation dalam proses produksi garam.
Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas panen garam secara signifikan.
Dengan mengombinasikan inovasi teknologi dan strategi pemasaran digital, kedua mitra UMKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Penyelenggaraan pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM.
UNISNU Jepara dan UNWAHAS berupaya menghadirkan program pendampingan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha lokal, sehingga hasil penelitian dan inovasi dari dunia kampus dapat langsung diterapkan untuk menjawab tantangan di lapangan.
Dengan adanya pelatihan bertajuk “Smart Glass House Evaporation untuk Peningkatan Hasil Panen Garam melalui Media Sosial dan E-Commerce” ini, diharapkan Rumah Garam Jepara dan Sugar Leboh dapat terus berkembang, berinovasi, dan memanfaatkan strategi digital secara efektif.
Pelatihan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi UMKM garam di Jepara untuk meningkatkan daya saing dan mewujudkan kemandirian usaha yang lebih berkelanjutan.
Editor : Ali Mustofa