Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perluas Dukungan Petani Pesisir, 10 Hektare Padi Biosalin Dikembangkan di Jepara

M. Khoirul Anwar • Selasa, 2 September 2025 | 15:27 WIB

 

SINERGI: Penyerahan bantuan ketahanan energi secara simbolis diterima oleh Kepala DLH Jepara Aris Setiawan.
SINERGI: Penyerahan bantuan ketahanan energi secara simbolis diterima oleh Kepala DLH Jepara Aris Setiawan.

JEPARA - Upaya memperkuat ketahanan pangan di kawasan pesisir kembali digalakkan.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggagas penanaman padi biosalin di Jepara.

Program ini dilakukan di lahan 10 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Sari Mulyo, Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo.

Langkah ini melanjutkan keberhasilan uji coba padi biosalin di Semarang.

Kehadiran varietas yang tahan salinitas menjadi jawaban bagi petani pesisir yang selama ini kesulitan menanam padi konvensional akibat intrusi air laut. Pada tahap awal, disiapkan 400 kilogram benih padi biosalin untuk ditanam.

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menyebut pengembangan padi biosalin di Jepara mampu memberi solusi nyata bagi petani pesisir.

“Selain membuka peluang peningkatan produktivitas lahan, varietas ini juga memberi harapan baru bagi petani untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak agar program ketahanan pangan di pesisir tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan berkelanjutan.

“Kami percaya pembangunan berkelanjutan hanya bisa terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama,” imbuhnya.

Ketua Poktan Sari Mulyo, Ahmad Suyono, menambahkan, kondisi tanah asin selama ini membuat petani sulit bertani. Dengan adanya padi biosalin, peluang produktivitas kembali terbuka.

“Kehadiran padi biosalin membuat kami optimistis panen akan lebih baik dan ekonomi keluarga petani ikut meningkat,” katanya.

Menurut Ahmad, lahan pesisir di Jepara kini makin banyak terdampak intrusi air laut.

Kehadiran varietas tahan salinitas menjadi harapan baru, sekaligus bisa menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian.

“Kami berharap program ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi petani di daerah pesisir lainnya,” pungkasnya.

 

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #pgn #pemkab #padi #Biosalin #BRIN