Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Inovasi Mengubah Sampah Plastik Menjadi Paving Block dari KKN XIX UNISNU Jepara

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Tim KKN XIX UNISNU Jepara di Sulang, Rembang dengan program mengolah sampah plastik dan limbah batu bara (fly ash) menjadi paving block
Tim KKN XIX UNISNU Jepara di Sulang, Rembang dengan program mengolah sampah plastik dan limbah batu bara (fly ash) menjadi paving block

Rembang – Menjawab tantangan penumpukan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang bertugas di Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, di bawah bimbingan Muh. Muhaimin, S.Pd.I., M.Pd., melahirkan sebuah inovasi yang patut diapresiasi: mengolah sampah plastik dan limbah batu bara (fly ash) menjadi paving block ramah lingkungan.

Selama ini, Bank sampah Desa Sulang menjadi lokasi penumpukan plastik yang sulit terurai dan sebagian besar tidak memiliki nilai jual karena faktor jenis material, tingkat kontaminasi, hingga minimnya permintaan pasar.

Sementara itu, limbah batu bara (fly ash) juga masih menjadi permasalahan lingkungan yang belum tertangani secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, Tim KKN XIX UNISNU Jepara menghadirkan terobosan dengan memadukan dua jenis limbah tersebut menjadi produk konstruksi yang bermanfaat.

Inovasi paving block ini tidak hanya melibatkan mahasiswa KKN, tetapi juga didukung oleh Karang Taruna Desa Sulang dan BUMDes Sulang. Sinergi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi, pemuda desa, dan lembaga desa dalam mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menghadirkan peluang ekonomi baru.

Paving block hasil inovasi ini terbukti memiliki nilai guna sekaligus potensi ekonomi. Selain mengurangi timbunan sampah plastik dan memanfaatkan limbah fly ash, produk ini juga mendukung program pembangunan ramah lingkungan yang tengah digalakkan pemerintah.

Meski demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi, antara lain harga jual paving block plastik dan fly ash yang belum sekompetitif paving block konvensional berbahan semen serta branding produk yang masih perlu diperkuat.

Untuk itu, Tim KKN XIX UNISNU Jepara menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Sulang. Pemerintah desa telah berkomitmen menyerap produksi paving block ini sebagai material pembangunan jalan di wilayahnya.

Ke depan, tim KKN bersama Karang Taruna dan BUMDes Sulang akan terus berupaya meningkatkan kualitas, daya saing, serta memperkuat branding produk paving block plastik dan fly ash. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mengenal, percaya, dan terdorong untuk memanfaatkan produk ramah lingkungan ini.

Inovasi ini menjadi bukti nyata penerapan ekonomi sirkular, di mana limbah yang semula tidak bernilai dapat diubah menjadi produk bermanfaat.

Selain memberi solusi bagi masalah lingkungan, inovasi ini juga membuka peluang kerja sama baru dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sulang.

Workshop Pengembangan Alat Penebar Pupuk (SULAP) Bersama Kelompok Tani Muda Berkarya
Sulang, 22 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Unisnu Jepara yang bertugas di Desa Sulang melaksanakan program kerja utama berupa Workshop Pembuatan Alat Penebar Pupuk sederhana “SULAP” (Solusi Alat Penebar Pupuk).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani Petani Muda Berkarya Sulang dan bertujuan untuk mendukung efisiensi kerja petani dalam proses pemupukan lahan pertanian, sehingga dapat lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Pengembangan kelompok tani adalah upaya untuk menjadikan kelembagaan petani lebih kuat dan mandiri melalui penguatan kemampuan dalam melaksanakan fungsi-fungsi pertanian, seperti peningkatan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah, serta memfasilitasi kegiatan usaha bersama
Workshop yang diselenggarakan di Gudang Tembakau Desa Sulang ini diikuti oleh para anggota Kelompok Tani.

Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat SULAP, yaitu alat sederhana berbahan dasar pipa PVC yang dirancang untuk membantu menyalurkan pupuk langsung ke area tanaman secara efisien.

Inovasi ini diharapkan mampu menghemat tenaga, waktu, serta biaya yang biasa dikeluarkan petani dalam proses pemupukan.

Kegiatan workshop dipandu langsung oleh Syarif Abdillah Firdaus, salah satu peserta KKN XIX Unisnu Jepara asal Program Studi Teknik Elektro, yang menjadi pemateri utama.

Ia menjelaskan langkah-langkah pembuatan SULAP, mulai dari pengukuran, pemotongan pipa, pemasangan corong, hingga uji coba pemakaian di lahan.

Peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga mempraktikkan pembuatan alat secara mandiri, sehingga sebagian dari mereka bahkan dapat membawa pulang hasil karya berupa SULAP sebagai peninggalan pelatihan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ah. Bisri Mustofa, selaku Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN Sulang, yang menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang berbagi ilmu sekaligus tukar pikiran antara mahasiswa dan masyarakat.

Dilanjutkan sambutan oleh bapak Rubianto, Kepala Desa Sulang, yang menyampaikan rasa bangga atas kehadiran mahasiswa KKN Unisnu Jepara.

Beliau menuturkan bahwa meskipun Kelompok Tani Desa Sulang baru berusia sekitar tiga tahun, namun sudah mampu berkembang pesat dan menerima berbagai bantuan pemerintah, termasuk alat pertanian seperti mesin pemotong tembakau.

“Dengan adanya inovasi dari mahasiswa KKN ini, kami berharap petani semakin dimudahkan dan semakin berdaya,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani, Mustofa, juga menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “SULAP sangat bermanfaat, terutama di musim tanam seperti sekarang.

Alat ini bisa menghemat tenaga dan waktu, sehingga para petani dapat lebih fokus pada perawatan tanaman.

Kami berharap ke depan, teknologi sederhana semacam ini terus dikembangkan,” ungkapnya.
Salah satu peserta workshop bahkan mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.

“Awalnya kami tidak tahu ada alat sederhana yang bisa memudahkan proses pemupukan, ternyata mudah dibuat dan sangat praktis digunakan. Apalagi ada beberapa yang bisa langsung kami bawa pulang,” ucapnya penuh antusias.

Dengan terlaksananya workshop ini, Mahasiswa KKN XIX Unisnu Jepara berharap inovasi SULAP (Solusi Alat Penebar Pupuk) dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Sulang.

Selain mempermudah kerja petani, alat sederhana ini diharapkan mampu memperkuat semangat kemandirian dan inovasi dalam mengelola pertanian secara berkelanjutan.

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #KKN XIX UNISNU Jepara #inovasi ramah lingkungan #rembang #Paving block plastik dan fly ash #Alat pemupukan SULAP