JEPARA - Sebulan lebih usai diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada (21/7) lalu di Klaten, Koperasi Merah Putih (KMP) baik di Desa maupun Kelurahan di Kabupaten Jepara belum dapat berjalan sesuai harapan.
Hal tersebut ditengarai karena suntikan dana pinjaman belum dapat diajukan.
Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara Hidayati Nikmah menyampaikan bahwa setidaknya terdapat 195 Koperasi Merah Putih (KMP) desa/kelurahan di Jepara.
Namun masih ada sejumlah KMP yang belum memiliki tempat, business plan belum matang hingga masalah secara umum yakni belum dapat mengajukan pinjaman ke bank.
"Kendalanya masih ada yang belum memiliki tempat sama permodalan. Saat ini belum ada tindak lanjut, nanti mekanismenya seperti apa," ungkapnya Kamis (28/8).
Kendati demikian, beberapa KMP sudah mulai berproses. Seperti 6 desa ada yang jadi agen BRI Link, 18 desa jadi agen Laku Pandai Bank Jateng untuk pembayaran listrik, PDAM, dan sejenisnya.
Ada juga 22 desa yang proses pengajuan administrasi Bulog. 25 desa mendaftar layanan drop point.
"Masih menunggu. Memang sementara ini mengandalkan modal sendiri, dari hasil simpanan wajib dan pokok," katanya.
Lebih lanjut, Nikmah menyebutkan ke depan setelah dapat mengajukan pinjaman ke himpunan bank milik negara (Himbara), dana desa akan turut menjadi jaminan. Sedangkan dari kelurahan yang menjadi jaminan adalah dana alokasi umum (DAU).
"Sekitar 30 persen dari DD. Kalau DAU Kelurahan ikutnya Pemda, yang mendatangi atas persetujuan Bupati langsung. Saat ini mekanisme masih didalami BPKAD," ujarnya.
Ditegaskan bahwa petunjuk pelaksanaan (juklak) dan juknis terkait hal tersebut pun masih belum jelas.
"Tapi dalam penyusunan business plan, bagi desa melakukan musdes dulu sedangkan kelurahan juga musyawarah pembangunan kelurahan. Dipresentasikan, kalau tidak sesuai pasti bisa tidak disetujui," katanya.
Di samping itu, pihaknya juga mewanti-wanti agar KMP menghindari simpan pinjam. Melainkan mengembangkan usaha dengan menangkap peluang yang tersedia.
"Saat ini kami juga masih menunggu petunjuk dari pusat," ringkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya