Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Emas Nenek di Kerso Jepara Tiba-tiba Jadi Imitasi, Uang Rp15 Juta Tak Tersentuh: Polisi Selidiki

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 23 Juli 2025 | 01:56 WIB
Ilustrasi Perhiasan emas
Ilustrasi Perhiasan emas

Jepara – Sebuah kasus pencurian yang tidak biasa menghebohkan warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Sejumlah perhiasan emas milik pasangan lansia mendadak berubah menjadi emas imitasi, sementara uang tunai Rp15 juta di tempat yang sama justru tak disentuh.

Peristiwa ini diketahui terjadi di rumah Sukarti (75), yang tinggal bersama suaminya Suhadi (80), di RT 3 RW 2 desa setempat. Keduanya menyadari kejanggalan ini setelah melihat jendela kamar dalam kondisi terbuka dan mendapati perhiasan emas yang sebelumnya mereka simpan rapi, telah berubah menjadi logam tiruan.

Kasus ini segera dilaporkan ke Polsek Kedung dan kemudian ditangani oleh jajaran Polres Jepara. Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari korban.

“Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan pada Senin sore (21/7), setelah laporan masuk dari Polsek Kedung,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya pada Selasa (22/7).

Baca Juga: Emas Puluhan Juta Milik Nenek di Kerso Jepara Berubah Jadi Mainan, Lho Kok Bisa?

Perhiasan Raib, Uang Utuh

Menurut keterangan korban, perhiasan yang disimpan sejak lama di dalam laci almari dengan pembungkus sarung tangan dan plastik itu tiba-tiba berubah bentuk. Dari total emas yang dimiliki, hanya satu cincin dan satu liontin yang masih asli. Selebihnya sudah menjadi tiruan atau palsu.

Perhiasan yang hilang meliputi dua kalung – masing-masing seberat 20 gram dan 10 gram, sembilan cincin seberat 2 gram per buah, dua liontin, dan satu anting. Jika ditotal, bobot emas yang raib mencapai sekitar 50 gram.

Namun yang menjadi pertanyaan, uang tunai senilai Rp15 juta yang juga disimpan di tempat yang sama tetap utuh dan tidak dibawa pelaku. Padahal, secara umum, pencurian biasanya menyasar barang bernilai seperti uang tunai.

“Kami masih mendalami kemungkinan motif dan pola pelaku. Termasuk apakah pencuri memang hanya mengincar perhiasan atau ada hal lain,” jelas AKP Wildan.

Sudah Simpan Sejak 2009

Emas-emas itu bukan perhiasan biasa. Sukarti menuturkan bahwa perhiasan tersebut merupakan hasil tabungannya sejak lama. Ia menyisihkan hasil panen dari tahun 2009 hingga 2022, lalu membeli emas sedikit demi sedikit sebagai simpanan untuk masa tua.

“Dulu hasil panen kami belikan emas. Itu kami simpan rapi karena memang diniatkan untuk masa depan,” ujar Sukarti.

Yang menguatkan bukti kepemilikan, nota pembelian perhiasan emas masih tersimpan lengkap. Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa emas yang kini hilang benar-benar dibeli secara resmi, bukan perhiasan imitasi atau mainan yang bisa didapat di pasar biasa.

“Saya berharap perhiasan itu bisa kembali. Karena itu semua hasil jerih payah saya dan suami selama bertahun-tahun,” imbuhnya.

Penyelidikan Masih Berlangsung

AKP Wildan menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan, dan barang-barang bukti yang relevan telah dikumpulkan. Termasuk kondisi jendela kamar yang terbuka saat kejadian.

“Masih kami selidiki lebih lanjut. Sampai saat ini belum bisa disimpulkan siapa pelakunya. Kami sedang mencari bukti tambahan untuk mengungkap kasus ini,” katanya.

Pihak kepolisian juga belum dapat memastikan kapan tepatnya perhiasan tersebut diganti dengan barang palsu. Pasalnya, tidak ada saksi mata yang mengetahui secara langsung proses pencurian.

Namun satu hal yang jadi perhatian adalah kemungkinan pelaku masuk melalui jendela yang ditemukan dalam kondisi terbuka. Dugaan sementara, pelaku mengetahui letak penyimpanan perhiasan dan langsung mengambil emas lalu menggantinya dengan logam imitasi.

Baca Juga: BSU 2025 Cair Lagi, Ini Cara Cek, Syarat, dan Prosedur Lengkapnya

Warga Diminta Waspada

Kasus ini memicu kekhawatiran di tengah warga sekitar, terutama para lansia yang juga menyimpan emas atau uang tunai di rumah. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak menyimpan barang berharga dalam jumlah besar di rumah.

“Kami imbau masyarakat, khususnya warga lansia, agar menyimpan barang berharga di tempat yang lebih aman, misalnya di bank atau brankas yang sulit diakses,” tutur AKP Wildan.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas dan menyeret pelaku ke meja hukum. “Kami akan terus menyelidiki sampai pelakunya tertangkap. Mohon doanya agar kasus ini segera terungkap,” pungkasnya.

Editor : Mahendra Aditya
#polres jepara #jepara #emas mainan #emas imitasi #kerso jepara #pencurian emas #Emas