Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Wadul soal Sampah saat Bupati dan Wabup Jepara Ngantor di Kedungcino

M. Khoirul Anwar • Kamis, 17 Juli 2025 | 23:33 WIB

TAMPUNG: Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta istri, didampingi Wabup Gus Hajar serta jajaran pimpinan OPD menampung aspirasi dari masyarakat pada Selasa (15/7).
TAMPUNG: Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta istri, didampingi Wabup Gus Hajar serta jajaran pimpinan OPD menampung aspirasi dari masyarakat pada Selasa (15/7).
 

JEPARA - Bupati Kabupaten Jepara Witiarso Utomo kembali menjalankan program Bupati Ngantor di Desa pada Selasa (15/7) kemarin.

Setidaknya ini adalah kali ke-12 program Bupati Ngantor di Desa.

Desa Kedungcino Kecamatan Jepara yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan tersebut.

Seperti biasa, usai kedatangan bersama rombongan Bupati turut melarisi produk-produk kerajinan ataupun UMKM dari sedikitnya 11 Kelurahan dan 5 desa di Kecamatan Jepara.

Dalam sesi penyampaian aspirasi oleh masyarakat, di antara yang menjadi bahasan ialah masalah pengelolaan sampah di TPA Bandengan.

Kemudian terkait dengan pembuatan gapura atau monumen, lalu Puskesmas Pembantu (Pustu) ataupun Poliklinik Kesehatan Desa (PKD).

Kemudian, insentif serta BPJS RT dan RW, kemudian UMKM naik kelas serta penyediaan sejenis sentra, hingga perpustakaan di satun pendidikan (sekolah).

Tak hanya itu, Bupati juga diwaduli soal PDAM yang sering mati serta ditagih kartu sarjana.

"Tak terlalu banyak aspirasi, karena di Jepara Kota ini cenderung mengarah untuk pengembangan ekonomi. Termasuk pemenuhan fasilitas utilitas umum," katanya.

Pihaknya juga mengaku akan mengkaji usulan atas Gapura Kedungcino. Sedangkan untuk TPA sudah disampaikan ke Kementerian, mengingat Jepara menjadi satu dari lima kabupaten yang mendapatkan bantuan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Refuse Derived Fuel (RDF). Selain Jepara, Rembang, Temanggung, Tangerang dan Tasikmalaya.

"RDF saat ini masih proses di Kementerian PU, untuk penataan, kita tunggu saja nanti," ujarnya.

Mengenai, pemenuhan sarpras Pustu juga akan diusahakan mengenai penyediaan tambahan paving blok. Akan diusulkan 2026.

Kemudian untuk insentif juga akan diberikan usai penuntasan program-program prioritas seperti infrastruktur jalan.

"Insentif RT RW direncanakan tahun 2026, 2027 bari naik. Jalannya dimuluskan dulu. Nanti disesuaikan dengan kemampuan anggaran," ucapnya.

Sedangkan mengenai kartu sarjana, pihaknya juga telah melakukan kerjasama-kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Diharapkan dapat menyiapkan generasi di 15 tahun mendatang yang lebih cemerlang.

"Pekan lalu kami paparan dengan Kemdiktisaintek, hasil paparan kita sudah dibawa ke Jakarta. Intinya untuk memberikan pelayanan kepada warga kurang mampu terdaftar DTKS dan utamanya berprestasi.

Pembiayaan nanti dari Kabupaten, KIP pusat, yayasan perguruan tinggi hingga Baznas. Dalam lima tahun direncanakan 10 ribu sarjana," jelasnya.

Kemudian di Kuwasen juga digadang-gadang dapat didirikan sejenis sentra UMKM sebagaimana harapan dari masyarakat. Termasuk keluhan PDAM yang seringkali mati akan dikomunikasikan dengan pihak terkait. (fik/war)

Editor : Mahendra Aditya
#Hajar #jepara #bupati #witiarso utomo #desa #ngantor