JEPARA - Di balik seragam dinasnya yang rapi dan sikap tegas di lapangan, Bripka Ratih Candra Ayu menyimpan kisah luar biasa sebagai salah satu srikandi kebanggaan Polres Jepara.
Tak hanya andal dalam bertugas di Satuan Lalu Lintas, Ratih juga dikenal sebagai Polwan berprestasi di dunia akademik dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di penghujung tahun 2023, pihaknya berhasil membubuhkan tinta emas, menukil sejarah sebagai Polwan pertama di Polres Jepara yang meraih gelar doktor.
Gelar itu ia dapatkan dari program Doktoral pada Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Unissula Semarang dengan predikat cum laude (IPK) 3,86.
Disertasinya berjudul "Islamic Psychological Inspirational Leadership," mengangkat pendekatan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kinerja organisas.
Hal itu yang juga menjadi konsep yang ia terapkan dalam tugas dan pelayanan publik.
"Saya sendiri lulus dari Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Jakarta pada 2007. Kemudian lanjut ngambil S1 di IKIP Veteran Semarang lulus pada 2013. Lalu lulus S2 dari Unissula pada 2015 dan S3 Unissula 2023," terangnya Senin (30/6).
Pendidikan menurut hemat Bripka Ratih, merupakan hal yang mutlak perlu dieyam oleh perempuan. Apalagi di zaman sekarang kesempatan untuk hal tersebut terbuka lebar.
"Saya ingin membuktikan bahwa Polwan juga bisa unggul, tak hanya di lapangan tapi juga di bidang akademik," imbuhnya.
Selain prestasi akademik, Ratih juga menorehkan prestasinya di ajang lomba karya tulis tingkat Polda Jateng tahun 2024.
Melalui tulisannya berjudul "Traffic Education Partnership" ia berhasil membopong Juara 1.
Karya itu menyoroti pentingnya kolaborasi edukasi lalu lintas berbasis community policing dalam menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran hukum.
Di samping itu, Ratih juga kerap tampil dalam berbagai forum publik. Ia pernah menjadi juara 3 dalam lomba Master of Ceremony (MC), yang digelar pada (20/6) lalu di Polda Jateng.
Dia juga aktif dalam Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Jepara setidaknya sejak 2020.
Di luar kesibukannya sebagai anggota Satlantas, Ratih rutin turun ke masyarakat.
Ia menjadi pembicara dalam pelatihan kepemudaan, penyuluhan lalu lintas di sekolah-sekolah, hingga mengisi seminar tentang kepemimpinan inspiratif.
Menurutnya, menjadi Polwan bukan hanya tentang patroli dan penindakan, tapi juga soal edukasi dan membangun kepercayaan publik.
"Saya ingin menjadi jembatan antara polisi dan masyarakat, terutama anak-anak muda. Kita bisa saling belajar dan tumbuh bersama," ucapnya.
Tak hanya itu, Bripka Ratih juga menyebut pihaknya sempat mendapatkan berbagai tawaran untuk mengajar.
"Tapi sementara ini mengikuti dinas dulu, meskipun ada beberapa kesempatan untuk bisa mengajar. Ada beberapa tawaran, ke depan Insyaallah bisa mengajar. Saat ini fokus pengembangan karir dulu," katanya.
Pihaknya menaruh perhatian terhadap disiplin ilmu manajemen, utamanya manajemen SDM.
"Karena kalau manajemen SDM erat dgn polisi, segi keorganisasinya paling lekat. Harapannya kalau saya bisa menguasai itu, dalam pelayanan maupun tugas bisa memberikan yang terbaik," ucapnya.
Hal yang dilakoninya itu, diharapkan dapat turut memberikan warga. Di mana Polwan juga bisa berkarir dan berprestasi.
"Kesempatan karir dan pendidikan terbuka lebar. Harapannya saya pribadi semakin berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat," tandasnya. (Fikri Thoharudin)
Editor : Mahendra Aditya