JEPARA – PT. PLN UIK Tanjung Jati B dan BBPBAP Jepara inisasi kerja sama untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Salah satu bentuk implementasinya yakni rogram pemberdayaan perempuan melalui pelatihan UMKM Pengolahan Produk Berbasis Hasil Laut yang digelar di desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara mulai 25 – 26 Juni 2025.
Kegiatan yang dikuti lebih dari 30 orang tersebut diharapkan akan memacu tumbuh kembangnya UMKM berbasis pengolahan ikan.
Kepala BBPBAP Jepara, Supito dalam sambutannya menyampaikan bahwa program yang diinisiai PT. PLN TJB melalui pembiayaan CSR sangat membantu dalam upaya mendorong pemberdayaan masyarakat.
Utamanya dalam memberikan ruang keterlibatan perempuan untuk turut serta dalam mendorong pemanfaatan potensi perikanan, khususnya di Kabupaten Jepara.
Dirinya mengapresiasi, di mana upaya ini sangat sejalan dengan kebijakan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah yaitu peningkatan kesejahteran masyarakat pesisir, pemenuhan ketersediaan gizi, dan penguatan peran gender di dalam sektor perikanan.
Supito menambahkan, bahwa apa yang diinisiasi oleh PT. PLN Tanjung Jati B saat ini menjadi langkah awal yang sangat strategis dalam rangka mendorong pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah.
Supito berharap berharap upaya pemberdayaan UMKM pengolah produk perikanan ini tidak hanya berhenti di awal saja.
Tapi perlu terus didorong secara berkesinambungan sehingga ke depan betul-betul mampu mandiri dalam meningkatkan kapasitas usaha, mampu menciptakan branding produk local, dan pada akhirnya mampu menggerakan ekonomi lokal.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa peran UMKM pengolah produk sangat strategis dalam mencegah stunting sejak dini, dimana ikan adalah produk yang paling efektif dalam menyediakan gizi yang aman dan efektif bagi ibu-ibu hamil dan balita.
“Kita tahu, bahwa tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Jepara masih cukup tinggi yakni sekitar 18 persen dan masih di atas target rata-rata nasional. Artinya 2 dari 10 bayi yang lahir di Jepara mengalami gagal tumbuh akibat dari kekurangan nutrisi/gizi sejak umur 1.000 hari pertama kehidupan yaitu sejak dalam kandungan hingga anak umur 2 tahun. Ini menjadi PR bersama bagaimana menurunkan angka stunting ini," jelas Supito.
Sementara itu Asisten Manajer TJSL PT. PLN TJB, Haris Fujiari mengatakan bahwa programini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal berbasis perikanan. Kolaborasi antara PT.PLN TJB dan BBPBAP Jepara diharapkanakan berkesinambungan.
“Nantinya produk UMKM yang ada ini bisa kita kolaborasikan dengan rumah BUMN yang kami miliki. Kami akan coba untuk fasilitasi mulai dari sertifikasi dan standardisasi produk, branding dan packaging, denganbegituadadiferensiasiproduk yang menjadi unggulan dari Desa Sekuro ini yang memiliki akses pasar yang luas," imbuhnya.
Sebagai informasi, kegiatan pelatihan pengolahan berbasis hasil laut tersebut dengan melibatkan narasumber dan instruktur dari BBPBAP Jepara. Terdapat berbagai produk yang dikenalkan yakni dari bahan baku ikan dan rumput laut, diantaranya nugget, sosis, dimsum, sirup dan lainnya. Salah satu peserta pelatihan, Sunarti mengaku antusias karena mendapat tambahan pengetahuan baru bagaimana cara mengolah produk ikan menjadi makanan yang siap santap dan lezat.
“Saya sangat terbantu dengankegiatan hari ini, semoga nantinya produk yang dihasilkan dapat menjadi produk yang dikenal di Jepara. Intinya, kami berharap UMKM nantinya terus didukung sehingga lebih mandiri," pintanya.
Diharapkan kolaborasi antara PT. PLN Tanjung Jati B dengan BBPBAP Jepara dapat terus berlanjut, khususnya dalam penyediaan bahan baku olahan dari produk hasil budidaya terutama rumput laut Gracilaria dan Caulerpa(latoh) melalui pemanfaatan tambak-tambak yang ideal sebagai media untuk budidaya ke dua jenis rumput laut tersebut.
Editor : Ali Mustofa