Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wujudkan Barometer Mebel dan Ukir Kabupaten Jepara, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Ekplorasi Bahan dan Desain Produk

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 13 Juni 2025 | 22:50 WIB

 

ANTUSIAS: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berikan pantikan saat diskusi bersama dengan Jepara Gerak dan sejumlah penggiat mebel dan ukir kemarin.
ANTUSIAS: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berikan pantikan saat diskusi bersama dengan Jepara Gerak dan sejumlah penggiat mebel dan ukir kemarin.

JEPARA - Produk furnitur, mebel dan ukir dari Kabupaten Jepara tengah berada dalam gempuran produk-produk lain.

Utamanya iklim ekspor, yang dipengaruhi dengan keberadaan produk dari mancanegara yang lebih murah.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa untuk menangkis dan menyikapi hal tersebut, perlunya penekanan untuk lebih mengeksplorasi bahan dan desain produk.

Menurutnya, hal tersebut menjadi satu bagian yang utuh dalam mewujudkan suatu produk yang berdaya saing. Manajemen dari pra produksi hingga finishing dan pemasaran.

Puluhan pelaku industri mebel serta Konsorsium Jepara Gerak menggelar forum diskusi mengenai desain furnitur dan pengembangan bisnis di Kadjine Coffee & Resto pada Kamis (12/6).

Dalam kesempatan itu juga, Rerie menyebutkan selain mempertahankan berbagai sentra-sentra industri, Jepara juga harus bisa menjadi barometer furniture, mebel maupun ukir.

"Kunci besarnya adalah kolaborasi, seperti di Milan Italia itu ada furniture week (Salone del Mobile atau Milan Design Week, Red). Di Jepara juga sudah ada embrio, ke depan bisa jadi salah satu tonggak kebangkitan Jepara," tuturnya.

Kendati Jepara namun disebut-sebut identik dengan ukir, namun perjalanan itu masih terus perlu diperjuangkan.

Lantaran seni ukir Jepara kini juga tengah diajukan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO.

Jepara, menurutnya bisa dikenal seperti saat ini dengan prestise produk-produk kayunya juga berangkat dari seni ukir.

"Dari situ era 1970-80 booming furnitur Jepara," ringkasnya.

Saat ini masih tersisa setidaknya delapan bulan menuju Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

Untuk itu para penggiat dan pelaku furnitur, mebel maupun ukir wajib mempersiapkan diri untuk dapat bertengger dalam forum bergengsi tersebut.

Untuk itu, penting untuk fokus terhadap pengembangan keahlian yang dimiliki. Mengeksplorasi material dan mengawinkannya dengan bahan lain.

Sebab, pasar saat ini selain memburu kualitas juga tengah menuntut multifungsi dari produk yang diciptakan.

"Berusaha mencari tahu misalnya sifat material, teknik produksi, skill ini juga menjadi investasi yang penting," katanya.

Terlebih mengenai ergonomi terhadap produk. Selain desain juga penting untuk belajar soal skala atau proporsi.

"Finishing pun termasuk investasi, desain sederhana tapi finishing bagus ini akan berpengaruh. Makanya perlu belajar mulai dari sketsa sebagai langkah pertama visualisasi otak, ide ke dalam gambar," pungkasnya.

Selain itu juga penting untuk memadukan antara orisinalitas dan sentuhan modern.

Sesuai dengan minat konsumen. Juga terkait dengan proses produksi harus memperhatikan hak cipta.

"Harus ada inovasi yang berkelanjutan agar produk-produk yang ada dapat terus relevan dengan kebutuhan zaman," pungkasnya. (Fikri Thoharudin)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #produk #Lestari Moerdijat #mebel #ukir