JEPARA – Desa Tegalsambi di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, kembali menjadi sorotan publik saat menggelar tradisi tahunan yang penuh kobaran semangat dan api: Perang Obor.
Tradisi ini digelar setiap bulan Dzulhijjah, tepat pada malam hari setelah shalat Isya, dan telah berlangsung turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Dan tahun 2025 ini dilaksanakan Senin (9/6/2025).
Perang Obor bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan sebuah ritual sakral yang diyakini sebagai bentuk tolak bala dan penghormatan kepada leluhur desa, terutama sosok Ki Gemblong – tokoh yang dipercaya sebagai pendiri desa tersebut.
Dalam ritual ini, para pemuda desa berhadap-hadapan dengan membawa obor dari batang daun kelapa kering (dililitkan pada batang pisang), lalu saling menyulutkannya dengan semangat dan keberanian.
Keunikan Tradisi Perang Obor: Simbol keberanian dan persaudaraan. Meskipun terlihat seperti duel api, tidak ada permusuhan di antara peserta.
Justru, suasana penuh solidaritas dan sportivitas mewarnai jalannya tradisi. Luka-luka kecil dianggap sebagai bagian dari pengorbanan dan keberanian.
Bahan obor tradisional yang ramah lingkungan. Obor yang digunakan dibuat dari daun kelapa kering dan batang pisang yang dibentuk sedemikian rupa.
Material ini bukan hanya mudah terbakar, tapi juga ramah lingkungan dan aman digunakan oleh para peserta.
Ritual yang dipercaya membawa kesuburan dan keberkahan. Masyarakat meyakini bahwa Perang Obor mendatangkan keberkahan bagi hasil panen dan menjauhkan desa dari wabah penyakit atau musibah.
Api dalam tradisi ini dianggap memiliki unsur pemurnian.
Wisata budaya yang mendunia. Tradisi ini berhasil menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga: Tradisi Barikan Awali Prosesi Perang Obor di Tegalsambi Jepara, Begini Potretnya
Banyak fotografer, peneliti budaya, hingga travel blogger datang khusus ke Tegalsambi untuk menyaksikan dan mendokumentasikan momen langka ini.
Tanpa alat musik, tapi sarat spiritualitas. Tidak seperti pertunjukan tradisional lain yang diiringi gamelan atau musik, Perang Obor hanya ditemani suara takbir dan sorak sorai penonton.
Ini memperkuat kesan sakral dan spiritual dalam acara tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jepara mendukung pelestarian tradisi ini sebagai bagian dari agenda pariwisata budaya unggulan.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, acara ini terus dipromosikan di berbagai media dan kalender event nasional.
Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga aset wisata yang memperkuat identitas lokal. Kades Tegalsambi Agus Santoso berkomitmen untuk terus melestarikannya
Perang Obor di Desa Tegalsambi bukan hanya tontonan yang membakar adrenalin, tetapi juga cermin dari kekayaan budaya, nilai spiritual, dan potensi wisata yang patut dijaga.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi tradisi otentik khas Jawa, jangan lewatkan momen spektakuler ini setiap tahunnya.
Editor : Zainal Abidin RK