JEPARA - PLN UIK Tanjung Jati B melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus melakukan pendampingan terhadap desa-desa dan UMKM. Hal itu dilakukan utamanya untuk mendukung pengembangan wisata alam yang terintegrasi.
Jatie Kuncara selaku Manajer Aset Properti, Komunikasi, dan Umum PLN UIK Tanjung Jati B menyampaikan bahwa pihaknya berupaya memberdayakan warga sekitar dalam serangkaian proses tersebut.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa jaringan atau desa dan UMKM binaan di Kabupaten Jepara telah mencapai hingga 119 pihak.
Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di skop desa-desa.
"Kami ingin membantu perkembangan wisata. Kebetulan Bupati Jepara yang baru ini muda dan visioner. Kami ingin, Jepara tidak sekadar dikenal dengan hanya ukiran san laut (pantai), tapi juga wisata alam pegunungan seperti di Lereng Sunrise Somosari ini," ungkapnya.
Selain pesisir, perbukitan dan potensi pegunungan menurutnya dapat melengkapi lanskap kekayaan alam dan budaya di Kabupaten Jepara. "
"Melalui PLN Peduli misalnya, kami ingin membantu wisata di daerah. Nanti mudah-mudahan terkait infrastruktur dapat ditangani oleh Pemkab, sehingga dua-duanya bisa jalan secara beriringan," jelasnya.
Jatie menyebutkan, pihaknya juga telah merancang Rumah BUMN yang di dalamnya berisi display hasil olahan dan kerajinan para pihak yang menjadi binaannya.
Tak hanya itu, showroom yang rencananya akan dibuat di kawasan Bandengan tersebut juga didesain sebagai co working space.
"Berisi produk UMKM binaan Rumah Kreatif BUMN (RKB), seperti showroom dan pusat oleh-oleh. Kenapa kami pilih di Bandengan, karena Pantai Bandengan kalau weekend selalu ramai, akses strategis," imbuhnya.
Diharapkan, para pengunjung dapat terinformasi dan melarisi produk maupun kerajinan yang telah dibuat oleh UMKM RKB.
"Orang bisa berwisata dan berbelanja, mencari buah tangan khas Jepara. Jadi one stop go," ringkasnya.
Pada saat yang sama, Harwito selaku Senior Manager Komunikasi, Keuangan, dan Umum menilai potensi wisata di Jepara belum digarap dengan cukup baik.
"Untuk itu perlu didorong untuk mengembangkan dan mengenalkan potensi yang ada," tanggapnya.
Dengan banyak UMKM binaan RKB diharapkan dapat menjadi representasi wajah dari berbagai produk khas daerah.
"Nantinya dengan Rumah BUMN yang kami bangun di tahun ini harapannya dapat menjadi wadah untuk mempromosikan produk secara tepat sasaran dan maksimal," tuturnya.
Pihaknya juga menyampaikan, dalam upaya tersebut didesain dengan pengembangan bisnis secara sustainable.
"Sehingga apa yang ada di Jepara dapat dikenal secara luas, dan menjadi rujukan misalnya untuk mencari oleh-oleh," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya