RADAR KUDUS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah membuahkan hasil manis.
Dalam ajang nasional Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang digelar Kementerian Pendidikan, Jepara diganjar penghargaan sebagai kabupaten perwakilan terbaik dari Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diterima Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar dalam acara yang berlangsung di Jakarta, kemarin.
Baca Juga: Persijap Jepara ajukan 2 Lokasi Untuk Jadi Tempat Latihan, Dimana Saja
“Alhamdulillah, Kabupaten Jepara mendapat penghargaan nasional mewakili Jawa Tengah. Semoga ini menjadi pendorong kemajuan pendidikan dan pelestarian budaya di Jepara,” ujar Ibnu Hajar usai menerima penghargaan.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian bahasa daerah bukan sekadar simbolik, melainkan hasil dari upaya terukur dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, Ali Hidayat, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara bahasa nasional, daerah, dan asing.
“Generasi muda harus tetap mengutamakan bahasa Indonesia, namun tidak melupakan bahasa daerah, dan sekaligus siap menghadapi tantangan global dengan menguasai bahasa asing,” tegasnya.
Menurut Ali, Jepara selama ini aktif menginisiasi berbagai program untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah.
Di antaranya melalui pelatihan guru bahasa daerah untuk jenjang SD dan SMP, serta menjadi tuan rumah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024.
Jepara juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih juara umum FTBI tingkat provinsi untuk kategori SMP.
Selain itu, lebih dari 3.000 siswa dan guru perempuan berhasil memecahkan rekor MURI lewat aksi menulis pitutur luhur menggunakan aksara Jawa di atas daun lontar.
Rangkaian pertunjukan budaya seperti pentas dalang cilik dan kesenian lokal lainnya turut menyemarakkan kegiatan tersebut, menjadi medium edukatif dan rekreatif dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya.
“Seluruh inisiatif ini menjadi pondasi karakter bangsa. Harapannya, generasi penerus bisa menyeimbangkan tiga pilar kebahasaan: menjunjung bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandas Ali.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa investasi budaya tak kalah penting dari pembangunan fisik.
Dan Jepara, lewat komitmennya, telah menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah adalah bagian dari strategi besar membangun peradaban. (Moh. Nur Syahri Muharrom)
Editor : Mahendra Aditya