RADAR KUDUS - Penangkapan Safiq bin Zainal Abidin oleh Polda Jawa Tengah atas kasus kekerasan seksual terhadap 31 remaja perempuan mengungkap sisi lain yang tak kalah mengejutkan.
Pemuda berusia 21 tahun asal Desa Sendang, Kalinyamatan, Jepara itu ternyata dikenal warga sekitar dengan sebutan "habib", gelar yang biasa disematkan kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.
Panggilan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil penelusuran aparat, Safiq memang memiliki nama keluarga "Alaydrus", sebuah marga terkemuka dalam garis keturunan Sadah Al Alawiyyin, yang dipercaya sebagai trah dari Hasan bin Ali, cucu Nabi Muhammad.
Baca Juga: Pendampingan Korban Kasus predator se*sual dari Jepara Dilimpahkan ke Daerah Masing-masing
Gelar kehormatan itu, yang selama ini identik dengan para ulama dan tokoh agama, kini menjadi sorotan publik karena dikaitkan dengan tersangka predator seksual.
Warga sekitar, yang semula menganggap Safiq sebagai pribadi pendiam dan religius, tidak menyangka bahwa pemuda tersebut terlibat dalam kasus serius yang menjerat puluhan korban berusia 12 hingga 18 tahun.
Modus kejahatan yang dilakukan pelaku adalah meminta dokumentasi pribadi korban berupa foto dan video tanpa busana, lalu mengancam akan menyebarkannya jika korban tidak memenuhi keinginannya.
Jejak Nama dan Garis Darah Alaydrus
Marga Alaydrus memiliki sejarah panjang dan disegani dalam dunia Islam. Berasal dari Hadhramaut, Yaman, keluarga ini dikenal sebagai bagian dari Sadah Al Alawiyyin yang memainkan peran penting dalam penyebaran ajaran Islam ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara.
Nama Alaydrus sendiri pertama kali muncul dari Abdullah bin Abu Bakar bin Abdurrahman Assegaf—seorang ulama besar yang dijuluki demikian oleh kakeknya, Al Habib Abdurrahman Assegaf.
Diharapkan menjadi pemimpin yang pemberani dan terhormat, Abdullah Alaydrus kemudian menjadi tokoh sentral yang menurunkan keturunan-keturunannya ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke tanah Jawa.
Baca Juga: Fun Fact, Predator Se*sual Jepara Ternyata Seorang Habib, Apa Marganya?
Di Indonesia, nama Alaydrus dikenal melalui sejumlah figur penting. Salah satu yang paling berpengaruh adalah Habib Husain bin Abu Bakar Alaydrus, lebih dikenal sebagai Habib Luar Batang di Jakarta.
Tokoh-tokoh kontemporer seperti pendakwah Habib Novel Alaydrus dan ustadzah Halimah Alaydrus juga merupakan bagian dari marga ini.
Mereka dikenal tidak hanya sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai pembina masyarakat, penyebar ilmu, dan penjaga nilai-nilai keislaman.
Penangkapan Safiq dengan nama lengkap Habib Safiq bin Zainal Abidin Alaydrus menimbulkan dilema tersendiri, khususnya bagi keluarga besar Alaydrus dan para tokoh yang selama ini menjaga nama baik marga tersebut.
Di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai silsilah dan kehormatan keturunan, kasus ini menjadi preseden kelam yang mencoreng reputasi nama besar keluarga.
Baca Juga: Ini Modus Predator Se*sual Asal Jepara Yang Berhasil Membujuk 31 Korban
Menurut sejarawan lokal, imigrasi marga Alaydrus ke Nusantara terjadi melalui jalur perdagangan laut
Mereka menetap di berbagai daerah dan menyatu dengan masyarakat setempat, memainkan peran penting dalam penyebaran agama dan pengembangan pendidikan Islam.
Penyelidikan terhadap Safiq bin Zainal Abidin masih berlanjut, sementara publik menanti langkah tegas aparat hukum dalam mengusut tuntas kasus yang tak hanya mencederai para korban, tetapi juga mencoreng nama besar sebuah marga yang selama ini dikenal suci dan terhormat. (*)
Editor : Ali Mustofa