JEPARA – Job fair yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jepara di Gedung Shima telah berakhir.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 25 dan 26 April lalu, Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara mencatat ada sekitar 1,8 ribu pencari kerja yang berkunjung ke perusahaan peserta job fair.
Padahal, jumlah pendaftar secara online untuk mengikuti job fair tersebut mencapai 4 ribu pengunjung.
Menurut Kepala Diskopukmnakertrans Jepara Samiadji, jumlah pengunjung offline yang lebih sedikit, itu hal wajar dalam kegiatan job fair.
Bisa jadi mereka yang tak datang langsung itu belum berminat dengan lowongan yang ditawarkan oleh masing-masing perusahana peserta job fair.
Namun pihaknya tetap mengapresiasi jumlah pencari kerja yang datang langsung ke lokasi bisa mencapai 1,8 ribu orang.
”Sejauh ini mereka cukup antusias untuk datang dan melamar sesuai keinginan mereka,” ujar Samiadji.
Diketahui, dalam job fair beberapa waktu lalu terdapat 27 perusahaan yang ikut serta. Mereka berjalan dalam beragam jenis usaha.
Mulai dari garmen, pengolahan kayu, manufaktur, keuangan, kesehatan, hingga perbankan.
Hadirnya job fair tersebut bisa menjadi upaya dalam mengurangi jumlah pengangguran di Jepara.
Diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga akhir tahun 2024 jumlah pengangguran di Kabupaten Jepara masih ada sekitar 22.972 orang dari total 688.328 angkatan kerja.
Samiadji menegaskan, kegiatan serupa akan kembali digelar di waktu yang akan datang. ”Targetnya dalam setahun bisa digelar lebih dari sekali,” tegasnya. (rom)
Editor : Mahendra Aditya