Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perajin Relief di Jepara Keluhkan Regenerasi, Akses Permodalan, hingga Pemasaran

Fikri Thoharudin • Rabu, 16 April 2025 | 18:31 WIB

 

ANTUSIAS: Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna (kiri) amati para pemuda yang tengah menatah di Desa Senanan pada Senin (14/4).
ANTUSIAS: Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna (kiri) amati para pemuda yang tengah menatah di Desa Senanan pada Senin (14/4).

JEPARA - Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna melakukan kunjungan lapangan ke Sentra Seni Relief dan Ukir di Desa Senenan Kecamatan pada Senin (14/4).

Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian terhadap keberlangsungan seni ukir Jepara yang kini diterpa berbagai tantangan.

Mulai dari regenerasi, pemasaran, hingga bayang-bayang tarif Trump yang belakangan ini ramai diperbincangkan.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Sutisna berdiskusi langsung dengan para perajin ukir dan menampung berbagai keluh kesah yang tengah dihadapi masyarakat.

Salah satu pengukir senior, Karno, menyampaikan bahwa kini jumlah perajin relief murni yang memiliki bengkel sendiri di Desa Senenan semakin habis, hanya tersisa sekitar 10 orang saja.

“Minat generasi muda untuk menjadi pengukir sangat rendah, ditambah lagi dengan tantangan pemasaran yang semakin sulit," ujar Kanto.

"Kami khawatir seni ukir Jepara bisa punah kalau tidak ada upaya serius,” tuturnya.

Menanggapi kondisi ini, Agus Sutisna menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan keberlanjutan seni ukir Jepara melalui beberapa langkah strategis.

Di antaranya dengan mendorong agar seni ukir Jepara dapat diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO.

Harapannya, pengakuan tersebut tidak hanya mengangkat nilai seni ukir di mata dunia, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi serta memperkuat identitas budaya bangsa.

Di samping itu, Agus juga mengupayakan untuk dapat menyelenggarakan event furniture berskala internasional secara rutin setiap tahunnya.

Langkah ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pengrajin lokal, sekaligus memperkenalkan karya mereka ke tingkat global. (fik/war)

Editor : Ali Mustofa
#pemasaran #jepara #masyarakat #Perajin #seni ukir