Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Seni Kaligrafi Jepara Karakter Tali Pita Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Fikri Thoharudin • Selasa, 25 Maret 2025 | 01:31 WIB
DETAIL: M Fuad Hasyim tunjukkan karya kaligrafi di Rumah Kaligrafi El Suraya Art di Jalan Pemuda nomor 94 kemarin.
DETAIL: M Fuad Hasyim tunjukkan karya kaligrafi di Rumah Kaligrafi El Suraya Art di Jalan Pemuda nomor 94 kemarin.

RADAR KUDUS - Jepara tak hanya dikenal sebagai Kota Ukir, tetapi juga sebagai pusat seni kaligrafi dengan teknik unik yang telah berkembang selama lebih dari setengah abad.

Seni kaligrafi khas Jepara dengan karakter tali pita kini tengah diusulkan sebagai nominasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

Usulan ini merujuk pada surat Direktur Warisan Budaya Nomor 0145/B4/KB.13.01./2025 tertanggal 13 Maret, yang membahas revisi pendukungan nominasi Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh UNESCO.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan berencana mengusulkan beberapa elemen budaya ke UNESCO, termasuk tradisi buka puasa (iftar), seni kaligrafi, dan aksara Arab Pegon.

“Kami mengusulkan seni kaligrafi Jepara masuk nominasi ICH karena memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Moh Eko Udyyono, melalui Subkoordinator Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Lia Supardianik.

Keunikan Teknik Lipatan Tali Pita

Salah satu alasan utama pengusulan ini adalah keunikan teknik kaligrafi Jepara yang dikenal dengan motif lipatan tali pita.

Seni ini diperkenalkan oleh almarhum Muzakir, pendiri Rumah Kaligrafi El Suraya Art, yang juga dikenal sebagai generasi pertama perajin kaligrafi ukir di Jepara.

“Tekniknya berbeda dibandingkan dengan kaligrafi lainnya. Proses pembuatannya memerlukan keahlian tinggi dalam seni khot dan ukir.

Bahkan, dalam pembuatannya, harus dalam keadaan suci dan tidak sembarangan meletakkan posisi ukiran kaligrafi,” jelas Lia.

Kini, seni kaligrafi lipatan tali pita diteruskan oleh M Fuad Hasyim, putra Muzakir, serta sejumlah perajin lainnya di Jepara.

Teknik ini menjadi kebanggaan tersendiri karena memadukan unsur seni Islam dengan keterampilan mengukir khas daerah ini.

Proses Pengusulan Menuju UNESCO

Saat ini, pengusulan seni kaligrafi Jepara sebagai WBTb telah sampai di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Tahapan berikutnya adalah sidang penetapan di tingkat nasional sebelum diajukan ke UNESCO.

“Biasanya sidang pertama dilakukan sekitar bulan April, kemudian dilanjutkan pada Juni, dan finalnya akan ditetapkan pada Agustus atau September,” ujar Lia.

Untuk bisa masuk sebagai ICH UNESCO, seni kaligrafi Jepara harus lebih dulu mendapatkan pengakuan sebagai WBTb Indonesia.

Tidak semua objek pemajuan kebudayaan bisa langsung diajukan sebagai ICH tanpa status WBTb terlebih dahulu.

Harga Fantastis dan Nilai Seni Tinggi

Keunikan seni kaligrafi ukir Jepara tidak hanya terletak pada tekniknya, tetapi juga pada nilai ekonominya yang tinggi.

Karya-karya ini dibuat di atas kayu jati berkualitas dengan pengerjaan yang bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Berdasarkan pantauan di Galeri El Suraya Art, harga satu panel kaligrafi berukuran 30x30 sentimeter mencapai Rp 950 ribu.

Sementara itu, untuk karya berukuran besar seperti sketsel, harganya bisa menembus miliaran rupiah.

“Kalau yang bentuk sketsel, harganya bisa mencapai Rp 2 miliar, bahkan ada yang belum dilepaskan oleh pemiliknya karena nilai seninya yang tinggi,” ungkap Fuad.

Dengan nilai seni, budaya, dan ekonomi yang tinggi, tidak heran jika seni kaligrafi Jepara dengan karakter lipatan tali pita layak diperjuangkan sebagai warisan budaya dunia.

Pengakuan dari UNESCO diharapkan tidak hanya melestarikan seni ini, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Jepara ke tingkat internasional.(*)

Editor : Mahendra Aditya
#Warisan Budaya Takbenda UNESCO #Seni kaligrafi khas Jepara karakter tali pita #jepara #seni kaligrafi #seni ukir #Warisan Budaya Takbenda #Seni kaligrafi khas Jepara