Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kapal Tongkang Asal Rembang yang Berlayar ke Lampung Terjebak di Perairan Bandengan Jepara, Begini Kondisinya

Fikri Thoharudin • Sabtu, 22 Maret 2025 | 18:24 WIB

 

MENEPI: Petugas Sat Polairud Jepara menunjukkan kapal tongkang yang terjebak di Perairan Pantai Bandengan.    
MENEPI: Petugas Sat Polairud Jepara menunjukkan kapal tongkang yang terjebak di Perairan Pantai Bandengan.   

 

JEPARA – Kapal tongkang TB TOB 10/YDA6589 terjebak di Perairan Pantai Bandengan. Penyebabnya karena mesin sebelah kapal mengalami trouble.

Diketahui kapal tujuan pelayaran Rembang menuju Tarakan, Lampung, tersebut, terjebak di Perairan Bandengan sejak Kamis (20/3) sore.

Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara Distrik Navigasi Semarang Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Edi Pitono mengatakan, kapal itu terjebak sejak Kamis pukul 16.05. Di dalamnya ada sembilan crew kapal, tapi dalam keadaan aman semua.

Hingga berita ini dibuat kemarin, kapal tersebut masih berlindung dari ombak Baratan di koordinat 06’ 32” 445” S dan 110’ 38” 285” E atau sekitar 1 mil dari bibir Pantai Bandengan.

”Berdasarkan cerita dari nakhoda, awalnya mau berlindung di sekitar Perairan Pulau Panjang, tapi kemudian mesin sebelah rusak. Pada saat itu, ombak (Baratan) juga sedang tinggi, sehingga untuk sementara waktu masih di lokasi," ucapnya.

Edi menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan konfirmasi hingga kemarin crew maupun tongkang masih dalam keadaan baik.

”Masih dalam proses perbaikan engine, karena tidak dapat digerakkan. Ini sengaja menepi karena angin Baratan, tidak karena kandas," katanya.

Edi mengatakan, akhir-akhir ini cuaca di perairan memang cenderung fluktuatif dan berubah-ubah.

Angin masih berembus kencang. Info terakhir rata-rata kecepatan angin 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam. ”Tinggi gelombang bisa mencapai 1,25 hingga 2,5 meter," terangnya merujuk informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala SROP Jepara juga telah berkomunikasi baik dengan owner kapal maupun agen mengenai kondisi tersebut. Diharapkan dapat segera mendapatkan penanganan.

”Ini masih menunggu intruksi dari owner. Sudah saya laporkan ke syahbandar. Di mana kapal tersebut menepi di perairan Bandengan karena engine dan automatic identification system (AIS) bermasalah," jelasnya.

Edi menyampaikan, prediksinya Baratan akan berlangsung hingga April mendatang.

Dengan gelombang yang tak menentu. Untuk itu, pihaknya selalu memberikan update kondisi setiap dua jam sekali.

”Seaman apapun kapal yang melintas harus tetap waspada, karena juga terkait dengan potensi cuaca ekstrem. Baratan pada Oktober sampai April itu angin kencang dan ombak tinggi, tapi ada jedanya. Berbeda dengan Timuran yang biasanya tidak terlalu besar tapi kontinyu ombaknya," imbuhnya. (fik/lin)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Bandengan #kapal tongkang #Kapal tongkang angkut muatan berat #perairan jepara