JEPARA - Pengelola Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara membuka opsi menyerahkan perawatan rumput stadion ke depannya dikelola pihak ketiga.
Itu dilakukan agar perawatan rumput lapangan yang baru saja diganti bisa lebih maksimal dan profesional.
Pasalnya, area rumput lapangan tersebut memerlukan perawatan khusus.
Itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar.
Hanya saja, pihaknya menegaskan saat ini rencana tersebut baru masuk wacana.
Ia mengakui, sejak rampung direnovasi selama awal tahun ini, perawatan seluruh area stadion dikerjakan sendiri oleh para petugas DPUPR.
”Itu sedang dipertimbangkan untuk perawatan rumput. Karena perlu keahlian. Tapi kan juga dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Sedang kami pikirkan. Kami kaji. Selama ini masih teman-teman PU yang merawat,” papar Ary.
Dengan menyerahkan perawatan ke pihak ketiga, menurut Ary, akan membutuhkan biaya yang cukup besar perbulannya.
Pasalnya saat ini, meski dirawat oleh DPUPR sendiri, biaya perbulan yang dikeluarkan antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.
”Karena tidak hanya tenaga saja. Tapi juga pupuk dan lainnya,” imbuh Ary.
Diketahui, lapangan Stadion GBK Jepara sendiri menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella.
Rumput jenis itu banyak dipakai di stadion-stadion di Indonesia. Sehingga rumput jenis tersebut mudah ditemui.
Rumput itu dipilih lantaran jadi salah satu jenis rumput yang direkomendasikan oleh FIFA. Khususnya untuk stadion yang berada di wilayah tropis. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa