Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Serapan Gabah di Jepara Baru 8 Persen, Bulog Kebut Pembelian hingga April

Moh. Nur Syahri Muharrom • Rabu, 12 Maret 2025 | 00:49 WIB

SWASEMBADA: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi jajaran Forkopimda panen padi di area persawahan Desa Kendengsidialit, Welahan kemarin.
SWASEMBADA: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi jajaran Forkopimda panen padi di area persawahan Desa Kendengsidialit, Welahan kemarin.

JEPARA – Penyerapan gabah petani di Kabupaten Jepara masih jauh dari target yang ditetapkan.

Hingga awal Maret ini, Perum Bulog baru berhasil menyerap sekitar 8 persen dari total target 13 ribu ton yang ditetapkan selama periode Januari hingga April 2024.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, Bulog berencana memaksimalkan serapan gabah dalam dua bulan ke depan.

Pemimpin Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, Koramil, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), guna mempercepat distribusi informasi terkait area yang telah memasuki masa panen.

“Kami akan fokus pada percepatan serapan gabah langsung dari petani di bulan Maret dan April.

Kami juga sudah membentuk grup komunikasi dengan berbagai instansi untuk memastikan tidak ada panen yang terlewat,” ujarnya saat mendampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam panen padi di Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan, kemarin.

Menurut Nur Hardiansyah, strategi penyerapan gabah ini adalah bagian dari upaya swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dalam skema ini, pemerintah menetapkan harga beli gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan stok beras nasional tetap aman.

Bupati Jepara Dorong Petani Lebih Produktif

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan bahwa pemerintah daerah sepenuhnya mendukung program penyerapan gabah ini.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kesejahteraan petani.

“Presiden menegaskan bahwa petani di Indonesia tidak boleh jatuh miskin atau mengalami ketidakpastian harga saat panen tiba. Oleh karena itu, pemerintah melalui Bulog hadir untuk membeli gabah petani dengan harga yang layak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, serapan gabah di Kabupaten Jepara akan dilakukan di seluruh kecamatan kecuali Karimunjawa.

Hal ini dikarenakan kondisi geografis kepulauan yang menyulitkan distribusi hasil panen ke Bulog.

Lebih lanjut, Witiarso juga meminta agar para petani tidak perlu khawatir dengan harga jual hasil panen mereka. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan petani lebih semangat dalam meningkatkan produksi pertanian ke depan.

Strategi Percepatan dan Tantangan di Lapangan

Meskipun program penyerapan gabah ini memiliki dampak positif bagi petani, namun di lapangan masih ditemukan beberapa kendala.

Salah satunya adalah minimnya akses informasi di beberapa daerah, sehingga petani masih ragu untuk menjual hasil panennya ke Bulog.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Curah hujan yang tinggi di awal tahun ini menyebabkan sebagian sawah mengalami banjir, yang berpotensi menurunkan kualitas gabah yang dihasilkan.

Hal ini membuat beberapa petani lebih memilih menjual gabah mereka ke tengkulak dengan harga lebih rendah, namun tanpa prosedur administrasi yang rumit.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bulog bersama dengan pemerintah daerah berupaya memberikan sosialisasi lebih masif kepada para petani mengenai manfaat dari program ini. Diharapkan dalam dua bulan ke depan, serapan gabah bisa meningkat signifikan.

Upaya Menuju Swasembada Pangan Nasional

Program penyerapan gabah oleh Bulog ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.

Pemerintah menargetkan agar cadangan beras nasional tetap aman dan mampu mengantisipasi berbagai kondisi darurat, termasuk ancaman inflasi akibat kenaikan harga beras di pasar global.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji berbagai upaya tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk melalui modernisasi alat pertanian serta perluasan akses kredit usaha tani.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan petani di Kabupaten Jepara, serta daerah lainnya di Indonesia, dapat terus meningkatkan produksi mereka tanpa harus khawatir akan ketidakstabilan harga saat panen tiba.

Sementara itu, Bulog menargetkan hingga akhir April, seluruh target serapan gabah di Kabupaten Jepara bisa tercapai.

Dengan harga yang lebih stabil dan dukungan penuh dari pemerintah, petani diharapkan lebih termotivasi untuk menanam kembali dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka. (rom)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #swasembada beras #petani #bulog #beras #serapan gabah