Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

E-Ticketing di Empat Lokasi Wisata Jepara Ditunda Karena Sarana Belum Siap, Lho Kok Bisa?

Moh. Nur Syahri Muharrom • Sabtu, 1 Maret 2025 | 00:47 WIB

MUNDUR: Petugas menarik retribusi masuk bagi pengunjung objek wisata Pantai Kartini Jepara.
MUNDUR: Petugas menarik retribusi masuk bagi pengunjung objek wisata Pantai Kartini Jepara.

Jepara – Rencana penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) di sejumlah objek wisata dan fasilitas olahraga di Jepara harus mengalami penundaan.

Keterlambatan ini disebabkan oleh belum siapnya sarana dan prasarana pendukung, termasuk peralatan serta infrastruktur jaringan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas dan diharapkan segera berjalan.

Penerapan e-ticketing awalnya dijadwalkan dimulai bulan ini sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Jepara Edy Supriyanta dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar.

Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan retribusi serta meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Terdapat empat lokasi yang direncanakan menggunakan sistem e-ticketing, yakni dua objek wisata Pantai Kartini dan Pantai Bandengan, serta dua sarana olahraga Jepara Olympic Pool dan GOR Futsal GBK.

Namun, hingga kini peralatan yang diperlukan belum tersedia di lapangan.

Sarana dan Sinyal Jadi Kendala

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Moh. Eko Udyyono, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam implementasi sistem ini adalah belum tibanya perangkat e-ticketing serta lemahnya infrastruktur jaringan di beberapa lokasi.

“Hingga saat ini, kami masih menunggu kapan peralatan tiba. Sementara itu, persiapan di lapangan sudah beberapa kali dilakukan, termasuk pelatihan petugas,” ujarnya kemarin (28/2).

Selain itu, penguatan sinyal internet di beberapa lokasi wisata dan sarana olahraga juga menjadi perhatian.

Sistem e-ticketing yang berbasis digital membutuhkan konektivitas yang stabil agar transaksi berjalan lancar.

“Kami berharap pada Maret ini kami bisa memperbaiki infrastruktur dan melakukan uji coba.

Jika semua berjalan sesuai rencana, maka di bulan April e-ticketing dapat diresmikan oleh Bupati,” tambahnya.

Meski ada kemungkinan mundur, Pemkab Jepara tetap berupaya agar program ini bisa segera diterapkan secara optimal.

Tingkatkan PAD, Minimalkan Kebocoran

Eko menegaskan bahwa sistem e-ticketing ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan olahraga.

Dengan adanya sistem digital, pencatatan retribusi akan lebih transparan dan akurat sehingga meminimalisir potensi kebocoran dana.

“Kalau sudah berjalan, sistem ini akan membantu optimalisasi pendapatan daerah. Semua transaksi tercatat dalam sistem, sehingga lebih akuntabel dan transparan,” jelasnya.

Tahun ini, Pemkab Jepara menargetkan pendapatan sektor pariwisata sebesar Rp6 miliar, meningkat dari target tahun sebelumnya yang hanya Rp5 miliar.

Dengan sistem digitalisasi ini, potensi peningkatan pendapatan diharapkan semakin besar.

Sebagai langkah antisipasi, Disparbud Jepara juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap kesiapan teknis maupun kesiapan SDM yang akan mengoperasikan sistem ini.

Jika semua berjalan lancar, e-ticketing akan menjadi sistem permanen dalam pengelolaan retribusi wisata dan sarana olahraga di Jepara.

Masyarakat dan pelaku wisata diharapkan bersabar menunggu penerapan sistem ini.

Meski mengalami penundaan, Pemkab Jepara berkomitmen untuk segera merealisasikan e-ticketing demi meningkatkan pelayanan dan optimalisasi pendapatan daerah.(rom)

Editor : Mahendra Aditya
#e ticketing #Wisata jepara