JEPARA - Tahun 2025 ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Jepara dikucur dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 750 juta. Itu untuk kegiatan literasi.
Plt Kepala Dikarpus Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko melalui Subkoordinator Layanan dan Referensi di Dikarpus Jepara Khoirul Mizan menyampaikan atas hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah kegiatan literasi.
"DAK non fisik akan kami gunakan untuk menggelar sejumlah kegiatan untuk meningkatkan kecakapan literasi di Jepara. Kegiatan mulai efektif berjalan pada April mendatang," ungkapnya Kamis (27/2).
Dijelaskan, pada April akan diawiti dengan lokakarya literasi digital.
Setelah itu bulan berikutnya diadakan bimbtek read aloud, lomba bertutur untuk siswa SD/MI, serta penulis berbasis konten budaya lokal.
Pada Juni, membaca nyaring dan bimtek literasi untuk pustakawan atau pegiat literasi.
Lalu bedah buku, dan bimtek kepenulisan berbasis konten budaya lokal.
Bersambung pada Juli, diadakan pembuatan resensi berbasis koleksi perpustakaan untuk pelajar.
Pada bulan kemerdekaan dilakukan lomba resensi. Sementara pada September dilakukan bedah buku koleksi kembali.
Menurut Khoirul, puncaknya akan berlangsung di bulan November dengan menggandeng para penggiat literasi.
"Ada festival literasi selama tiga hari, nanti perpusdes, taman baca masyarakat hingga komunitas dapat menampilkan hasil-hasil kegiatannya," katanya.
Untuk informasi lebih jelas, pihaknya menyampaikan bagi masyarakat yang tertarik untuk mengikuti sejumlah acara yang ada, dapat memantau perkembangan melalui media sosial Perpusda Jepara.
"Masyarakat bisa bergabung dan turut serta meramaikan. Bisa diikuti berdasarkan jenis lomba, hari ini (kemarin, Red) kami juga usai meeting dengan Perpusnas maupun Kemenkeu. Semoga dapat segera diadakan," pungkasnya. (fik/war)
Editor : Ali Mustofa