JEPARA — Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Jepara sedianya akan dimulai hari ini (3/2).
Namun rencana tersebut dipastikan urung terlaksana.
Pasalnya, masih ada beberapa tahap akhir yang perlu dirampungkan oleh pihak mitra yayasan penyedia makan bergizi mau pun Badan Gizi Nasional (BGN).
Itu disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara Letkor Arm Khoirul Cahyadi.
”Rencana peresmian program makan bergizi Kabupaten Jepara yang sedianya dilakukan Senin (3/2) ditunda dikarenakan masih menyelesaikan beberapa tahapan akhir. Baik dari BGN atau mitra Yayasan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Sedianya, dalam memulai program yang diinisiasi oleh Pemerintah Pusat tersebut akan dilaksanakan di 2 kecamatan terlebih dahulu.
Yaitu Kecamatan Kalinyamatan yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur 003 dan Kecamatan Tahunan yang di layani oleh SPPG 002.
Masing-masing SPPG tersebut mampu menyediakan 3 ribu paket makan bergizi bagi para siswa.
Diketahui, selama sepekan lalu baik SPPG 002 maupun SPPG 003 telah dilakukan uji coba dalam pelaksanaan program makan bergizi tersebut.
Baik dari kesiapannya hingga proses distribusinya.
SPPG 002 memulai uji coba terlebih dahulu pada 25 Januari lalu dengan menyasar 3 sekolah di Kecamatan Tahunan.
Antaranya SDN 6 Ngabul dengan jumlah 59 siswa, MTs Zumrotul Wildan dengan jumlah 139 siswa, dan SMP Plus Nurul Ikhlas Ibtidai Langon dengan jumlah siswa 44 orang.
Uji coba kedua dilaksanakan oleh SPPG 003 pada 30 Januari lalu juga menyasar 3 sekolah di Kecamatan Kalinyamatan.
Dalam uji coba tersebut menyasar 267 siswa. Masing-masing bersekolah di SDN 1 dan SDN 3 Kriyan dengan total 175 orang.
Lalu MA Nurul Islam Kriyan yang memiliki 92 Siswa.
Meskipun pelaksanaan program makan bergizi tersebut ditunda hari ini, Dandim berharap program tersebut tetap bisa dimulai bulan ini.
”Besar harapan di Bulan Februai ini sebelum memasuki Ramadhan, sudah dapat diresmikan dan beroperasional sepenuhnya,” tandas Khoirul. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa