RADAR KUDUS – Baru-baru ini, warga Jepara digegerakan dengan kemunculan Sepasang Buyuk di Pantai Pungkruk Jepara.
Video kemunculan Buyuk tersebut viral di media sosial pada Senin, 20 Januari 2025.
Salah satunya diunggah oleh akun Tiktok Muk Fishing.
Apa Itu Buyuk?
Diyakini buyuk merupakan pohon rembulung atau rumbia yang terbawa hingga mengapung di tengah laut menuju pantai.
Kemunculan buyuk di Pantai Jepara ternyata membawa mitos di masyarakat Jepara.
Sebab menurut keyakinan warga Jepara, Buyuk muncul hanya satu kali dalam setahun.
Datangnya rembulung atau Buyuk ini diyakini masyarakat di Kabupaten Jepara sebagai berakhirnya musim hujan dan datangnya musim kemarau.
Namun, ada pula yang meyakini bahwa munculnya buyuk ini sebagai pertanda cuaca bagus untuk melayan seperti melaut.
Warga Jepara juga meyakini munculnya buyuk ini membawa keberkahan.
Tka heran, usai kemunculan buyuk, beberapa wara akan menggelar doa atau selamatan sebagai wujud syukur.
Nah sumber lain menyebut, konon bila buyuk muncul di laut, maka akan terjadi banjir atau bencana.
Untuk itu siapa saja yang melihat Buyuk muncul, maka diminta untuk segera memberitahu warga agar bersama-sama menghalau Buyuk kembali ke laut.
Tak hanya itu, sebagian penduduk akan berteriak sambil membunyikan neka bunyi sampai buyuk tak terlihat.
Sebenarnya Bagaimana Bentuk Buyuk?
Buyuk diketahui merupakan pohon rumbia. Pohon rumbia itu sendiri merupakan tanaman jenis pohon sagu.
Pohon ini sejenis palem. Biasanya pohon rumbia tumbuh di daerah dengan kadar air cukup tinggi.
Biasanya pohon rumbia tumbuh di rawa-rawa atau sungai dengan ketinggian mencapai 30 meter.
Pohon rumbia ini dapat tumbuh meski saat musim kemarau.
Sebab akarnya mampu menahan air di dalam tanah, bahkan tahan terhadap banjir.
Buyuk yang muncul di perairan Jepara merupakan pohon rumbia yang mengapung dengan akarnya.
Tak heran Buyuk tampak seperti sampan atau pulau kecil yang mengapung.
Kendati sebagian diyakini kemunculan buyuk ada kaitannya dengan mitos, sebagian yang lain tidak percaya dengan mitos buyuk.
Mereka meyakini pohon di laut pada saat musim hujan merupakan hal biasa.
Asal Usul Buyuk
Dilansir dari akun YouTube Babad Jepara Selendang Sutra Jawa, Buyuk dikenal padda masa sultan Hadlirin.
Pada saat itu, Buyok adalah penjajian damai antara Laut Uyara Jawa yg diwakili syeh badawi.
Perjanjian itu dibuat dengan Laut Selatan Jawa diwakili oleh Pandan Sari atau Belorong.
Perjanjian Rembulung Jawa:
- Sing apik ojo dijak elek (Yang baik jangan diajak jelek).
- Sing elek elah elek (Yang jelek biar jelek).
- Sing apik ojo dielek-elek(Yang baik jangan dijelek jelekkan).
- Ojo nyebar berita palsu (Jangan menyebar berita palsu).
Masyarakat Jepara menganggap Buyuk jika sudah ada pohon Rembulung terbawa banjir yang kemudian sampai ke dalam dalam keadaan berdiri. Ini sebagai tanda akan datangnya musim kemarau.
Syeh Badawi yang dikenal dengan nama Makam Mbah Baidowi Bambang atau Mbah Baidowi Kemambang atau Mbah Rembulung Kemambang yang berasal dari Desa Ujung Watu, Donorojo, Kabupaten Jepara.
Editor : Noor Syafaatul Udhma