JEPARA - Kondisi Jembatan Kali Rodo Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung kritis.
Konstruksinya memprihatikan, sehingga kendaraan berat dilarang melintas. Hanya kendaraan di bawah delapan ton yang diperbolehkan lewat.
Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati, Api Diana Prasetiyaji dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa ketetapan itu didasarkan atas hasil survei dari BPJ Wilayah Pati pada Kamis (16/1).
"Kondisi Jembatan K. Rodo Ruas Jalan Jepara - Kedungmalang - Pecangaan semakin kritis dan rawan terjadinya ambrol," terangnya.
Memperhatikan kondisi tersebut pihaknya berharap kepada masyarakat untuk turut menginformasikan bahwasanya, dalam sementara waktu kendaraan berat dilarang melintasi rute tersebut.
"Jembatan tersebut hanya mampu dilalui kendaraan ringan atau mobil pribadi atau kendaraan roda dua," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja BPJ Wilayah Jepara, Kudus dan Pati, Parjo mengatakan sebagai antisipasi tidak terjadi laka lantas ataupun kerusakan yang lebih parah, diberi tanda peringatan.
"Kami pasang di ruas yang menuju jalan tersebut, termasuk di sejumlah tempat-tempat umum lainnya yang strategis," ujarnya.
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, kondisi ruas jalan tersebut sepi dari lalu lalang kendaraan berat.
Hanya satu dua mobil keluarga ataupun pick up yang melintas, dan yang paling mendominasi ialah kendaraan roda dua.
"Kondisi lapangan memang masih bisa dilalui oleh kendaraan ringan dan sepeda motor. Walaupun sebenarnya kondisi jalan tersebut tidak untuk kendaraan berat namun selama ini digunakan untuk kendaraan berat," singgungnya.
Terkait dengan penanganan yang ada pihaknya belum dapat memastikan akan dilakukan kapan, kendati demikian kerusakan yang ada telah dilaporkan ke pemerintah provinsi.
"Sedang kami laporkan dan usulkan ke Provinsi, idealnya ada penggantian jembatan," catatnya.
Pada saat yang sama, pengguna jalan, Edi menyampaikan bahwa pihaknya memang terbiasa melewati jalan tersebut.
"Dari Jepara ke Semarang lewat jalaur dalam itu, anti macet," ringkasnya.
Saat ditanyakan terkait dengan awal mula kerusakan jembatan pihaknya memperkirakan terjadi di pertengahan 2024 yang telah mengalami keretakan pada konstruksi.
"Karena jalan tersebut dibuat jalan alternatif Jepara-Semarang tatkala mengalami kemacetan di Jalan Pantura. Memang sangat rawan bila mobil berat lewat jalan tersebut, lebih baik menggunakan jalur lainnya," tandasnya. (fik)
Editor : Ali Mustofa