JEPARA – Angin kencang yang melanda Desa Bulungan RT 2/RW 1, Kecamatan Pakis Aji, Kamis (9/1) pagi menyebabkan enam bangunan rusak parah.
Bencana yang terjadi sekitar pukul 06.45 WIB ini diawali dengan hujan deras dan disertai embusan angin yang hanya berlangsung selama 15 detik. Meski singkat, dampaknya cukup signifikan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan enam bangunan yang terdampak terdiri dari empat rumah dan dua toko.
"Kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap. Ada yang ambruk dan ada pula yang hilang tersapu angin," jelas Arwin, Kamis (9/1).
Bangunan yang rusak diketahui milik warga setempat, yakni Rubiati, Sukrisno, Muntiono, dan Siti Madsriati.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
"Warga segera menyelamatkan diri begitu mendengar suara angin kencang," tambahnya.
Menanggapi laporan kerusakan, BPBD langsung mengerahkan tim untuk melakukan pembersihan puing-puing dan asesmen terhadap dampak kerusakan.
Berdasarkan hasil pendataan, total kerugian akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 30 juta.
Arwin menyebutkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan penanganan awal untuk membantu para korban.
"Kami juga terus memantau dan melakukan asesmen lanjutan guna memastikan tidak ada potensi bahaya lain di wilayah tersebut," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
"Musim penghujan sering kali membawa risiko bencana seperti ini. Pastikan lingkungan sekitar aman dan selalu waspada," tutup Arwin.
Kejadian angin kencang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Dalam beberapa waktu terakhir, Kabupaten Jepara dan sekitarnya kerap dilanda hujan deras yang berpotensi menyebabkan bencana seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana.
Warga diimbau segera melaporkan kerusakan atau kondisi darurat ke pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat. (rom/khim)
Editor : Abdul Rokhim