JEPARA – Seorang perempuan bernama Nor Afifah (26), warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, diduga menjadi korban percobaan pembegalan di Jalan Lingkar Wedelan–Bangsri, Sabtu (28/12) malam.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.15 saat korban dalam perjalanan pulang kerja.
Korban yang bekerja di sebuah swalayan di Senenan, Tahunan, sedang mengendarai sepeda motor Beat Street saat insiden terjadi.
Sesampainya di dekat lokasi penggergajian kayu, ia dipepet oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Ketua RW 6 Desa Banjaran, Madkhan, menjelaskan bahwa korban awalnya mencoba melanjutkan perjalanan meski dipepet pelaku.
Namun, sesampainya di jalan yang lebih sepi, salah satu pelaku menendang motor korban hingga membuatnya terjatuh.
“Korban mengalami luka lecet dan lebam-lebam di bagian wajah. Saat korban terjatuh, pelaku turun dari motor dan mencoba mengambil kendaraan korban,” ujar Madkhan, Minggu (29/12).
Beruntung, upaya pembegalan tersebut gagal karena saat bersamaan ada pengendara mobil yang melintas.
Awalnya, pengendara mobil tersebut mengira peristiwa itu adalah kecelakaan lalu lintas.
Namun, saat hendak menolong korban, pengemudi mobil menyadari situasi mencurigakan ketika dua pelaku justru kabur meninggalkan lokasi.
“Pengemudi mobil itu adalah warga Desa Banjaran juga, tetapi berbeda RW dengan korban. Dia langsung membantu korban dan membawanya ke Puskesmas Bangsri I,” ungkap Madkhan.
Korban kemudian mendapatkan penanganan medis untuk luka-luka yang dialaminya dan kini telah kembali ke rumah.
Madkhan menambahkan, pihak perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa Banjaran, akan melaporkan kejadian ini kepada aparat penegak hukum.
“Kami berharap ini mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat melintas di jalur-jalur yang sepi,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan di jalan-jalan rawan, terutama pada malam hari.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan menghindari bepergian sendirian di waktu larut malam. (fik/khim)
Editor : Abdul Rokhim