JEPARA – Hujan disertai angin mengguyur sebagian besar wilayah Jepara sejak Kamis (5/12) hingga Jumat (6/12).
Akibatnya, pohon ambruk di jalan raya Kelurahan Saripan, kemacetan di perempatan Mayong, serta banjir di Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan.
Peristiwa pohon ambruk di Jalan Raya Jepara-Kudus Kelurahan Saripan terjadi sekitar pukul 07.45.
Menimbulkan sedikit kemacetan, hingga pohon berhasil dibersihkan pukul 08.30 oleh BPBD dan warga sekitar.
Sementara itu, kemacetan di perempatan Mayong Jalan Raya Jepara-Kudus juga terjadi akibat air yang menggenang di jalanan.
Kemacetan mengular panjang hingga SPBU Pertamina lantaran berbarengan dengan waktu orang-orang berangkat bekerja sekitar pukul 06.30 hingga 07.30.
Serta banjir yang menggenang setidaknya di tiga titik jalan Desa Ngeling.
Berdasarkan sumber yang wartawan temui di lapangan, banjir terjadi sebanyak dua kali. Malam dini hari dan pagi sekitar pukul 07.00.
Salah satu warga Ngeling Sulasri, 55, menyebutkan bahwa banjir yang menggenangi jalan raya depan rumahnya terjadi karena limpasan air sungai.
"Tanggul di sini pendek, kalau hujan merata ya daerah sini jadi langganan banjir. Kiriman air dari atas," ujarnya.
Limpasan air melampaui pekarangan atau kebun warga, tidak melalui jalur aliran air di dalam sungai.
"Banjir dua kali, malam sejak hujan pukul 21.00 dan pagi sekitar pukul 07.00," ujarnya.
Sulasri merasa resah lantaran ketika hujan deras dengan intensitas tinggi dan lama, selalu menggenangi jalan depan rumahnya.
"Ngombak, apalagi kalau dilewati kendaraan roda empat. Pasir yang buat bangun rumah di di depan ini kintir (hanyut, Red) terbawa air banjir," resahnya. (fik)
Editor : Ali Mustofa