JEPARA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon mengunjungi Kabupaten Jepara kemarin.
Rangkaian kegiatannya dimulai dari mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Kota Ukir.
Mulai dari Museum RA Kartini Jepara dan kompleks Makam Ratu Kalinyamat di Desa Mantingan, Tahunan.
Kegiatannya ditutup dengan memantau kegiatan bimbingan teknis terkait penyelematan cagar budaya bawah air yang selama sepekan terakhir digelar di Hotel Ocean View Tegalsambi, Tahunan.
Ia bersama rombongan tiba di Jepara sekitar pukul 15.30 di Museum RA Kartini. Ia langsung melihat-lihat beragam koleksi sejarah yang dipajang di museum tersebut.
Dengan kehadiran museum tersebut, ia berharap bisa dikunjungi masyarakat luas, sehingga mendapat beragam edukasi sejarah terkait RA Kartini dan beragam sejarah di Jepara.
”Kami berharap museum bukan jadi suatu tempat yang sekadar jadi museum, tapi dinamis. Tempat orang belajar mengkaji dan mengkaji lagi. Terutama bagaimana peran itu bisa diaktualisasi di masa sekarang,” paparnya.
Namun, ia juga memberikan sejumlah catatan terkait Museum RA Kartini Jepara.
Ia mendorong pengelola agar melakukan beberapa pembenahan dan peningkatan.
Yaitu pembenahan di bagian cahaya museum. Juga peningkatan museum berupa digitalisasi.
”Soal pencahayaan, supaya museum itu lebih cerah. Lebih terang. Agar bacaan di sini mudah dibaca. Juga perlu literasi kalau sekarang sudah bisa pakai barcode. Saya kira semua di seluruh Indonesia kami berharap ada standarisasi museum,” ujar Fadli.
Usai dari museum, Fadli Zon dan rombongan langsung memantau pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) berupa peningkatan kapasitas dalam penyelematan cagar budaya bawah air di Hotel Ocean View Jepara.
Menurutnya, peningkatan kapasitas itu penting dilakukan. Karena bisa menciptakan awareness bagi masyarakat dan pelaku profesional dalam penyeleamatan cagar budaya bawah air.
”Mengetahui benar tekniknya. Mulai dari identifikasi, penyelamatan, threatment terhadap objek yang diduga benda cagar budaya. Proses-proses tersebut, agar tidak merusak objek tersebut. Ini bagian dari program Kementerian Kebudayaan di bawah Direktorat PTLK,” ungkap Fadli.
Dengan peningkatan teknis itu, ia berharap temuan-temuan objek cagar budaya di bawah air Indonesia nantinya bisa diselamatkan dengan threatment yang benar dan tepat.
”Itulah yang ingin saya lihat langsung. Karena saya ini jadi menteri belum sampai sebulan. Jadi, tentu ingin melihat langsung apa yang kami lakukan,” tandas Fadli. (rom/lin)
Editor : Ali Mustofa