Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Angkat Tema Menulis untuk Perubahan, Perpunas Press Luncurkan Buku ”Aku dan Duta Baca” di Pendapa Kartini Jepara

Fikri Thoharudin • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 18:23 WIB

 

MEMBUMIKAN LITERASI: Duta Baca Provinsi Banten Rahmat Heldy HS membaca puisi di depan penggiat dan pemerhati literasi termasuk puluhan siswa saat peluncuran buku ”Aku dan Duta Baca” di Pendapa Kartini
MEMBUMIKAN LITERASI: Duta Baca Provinsi Banten Rahmat Heldy HS membaca puisi di depan penggiat dan pemerhati literasi termasuk puluhan siswa saat peluncuran buku ”Aku dan Duta Baca” di Pendapa Kartini

JEPARA – Perpusnas Press secara resmi meluncurkan buku ”Aku dan Duta Baca" di Pendapa Kartini Jepara kemarin.

Ini termasuk dalam satu rangkaian Perpusnas Writers Festival (PWF) 2024 yang mengangkat tema ”Menulis untuk Perubahan”.

Duta Baca Indonesia Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong mengatakan, buku tersebut ditulisnya bersama dengan pera penggiat literasi yang tersebar di berbagai wilayah.

”Saya sendiri ditetapkan sebagai Duta Baca Indonesia sejak 30 April 2021. Melihat masih sedikitnya penulis di daerah kami mendorong untuk berkarya bersama," ungkapnya kemarin.

Menurutnya, menjadi seorang pembaca atau penggiat literasi saja tidak cukup. Tanggung jawab seorang pembaca ialah menuliskan lagi apa-apa yang dibaca.

”Ini PWF tahun keempat. Memang targetnya setiap perhelatan PWF selalu ada peluncuran dan bedah buku," ujarnya.

Pada saat yang sama, Pemimpin Redaksi Perpusnas Press Edi Wiyono menyampaikan, peluncuran buku ”Aku dan Duta Baca" pada kegiatan PWF merupakan bentuk apresiasi untuk para penulis.

”Beberapa penulis buku turut hadir dari Lamongan, Kuningan, Bandung, Banten, dan Kalimantan," sebutnya.

Menurut Edi, penting untuk mendorong iklim kepenulisan yang sinergis antara penulis nasional dan lokal.

Sementara jauh sebelum itu, untuk menjadi seorang penulis yang andal harus bisa menjadi pembaca yang andal.

”Teko bisa dikeluarkan kalau ada isinya. Ini modal utama, mengisi kepala dan pikiran kita dengan bahan bacaan bermutu," katanya.

Ia juga memimpikan para pelajar untuk dapat berkontribusi menjadi duta baca. Hal itu patut dilakukan untuk menampik stigma generasi yang malas bergerak.

”Apalagi dengan menulis bisa melakoni perubahan. Jepara ini salah satu episentrum penting. Di sini bisa dieksplorasi lebih," jelasnya.

Dia mendorong untuk munculnya penulis pemula. Apalagi keberadaan Perpusnas bukan sebagai industri, melainkan lebih kepada program pemberdayaan.

”Kalau ada yang sudah memiliki naskah yang siap diterbitkan bisa dikirim. Kami menunggu karya teman-teman. Pencanangan gerakan pelajar menulis dan peluncuran buku ini, juga menjadi bagian dari itu. Untuk mengawal dan memelihara semangat yang telah terbangun dalam diri pelajar," urainya.

Ketua Bidang Program dan Kemitraan Pengurus Pusat Forum FTBM (Forum Taman Bacaan Masyarakat) Aris Munandar menyampaikan, buku ”Aku dan Duta Baca" bisa dimaknai sebagai sebuah semangat yang berkelanjutan.

”Dengan ini kami berharap, duta baca di pusat, provinsi, atau kabupaten/kota lebih sinergis dengan para penggiat literasi. Di Jepara sendiri sudah cukup bagus, karena terdapat 27 FTBM," sebutnya.

Kendati semangat kepenulisan sudah cukup baik, tetapi masih perlu pendampingan, agar kualitasnya meningkat.

”Ada kelas penulisan regular yang diselenggarakan TBM satu angkatan tiga bulan. Seperti mengangkat cerita rakyat menjadi dongeng atau folklor. Ini bagus untuk mempromosikan daerah," katanya.

Tak hanya dalam bentuk teks atau buku, melainkan karya yang ada ditransformasikan ke audiovisual, dongeng, atau berbagai macam bentuk lain.

”Kami berharap, ini menjadi contoh sinergi para pihak yang sangat berkepentingan terhadap kepenulisan dan literasi di masyarakat agar saling menguatkan," ajaknya.

Sementara itu, Subkoordinator Layanan dan Referensi Perpusda Jepara Khoirul Mizan menyampaikan, sebagai upaya tindak lanjut, pihaknya menjalin kerja sama dengan Perpusnas Press.

”Utamanya terkait inkubator literasi pustaka nasional. Kegiatan yang jadi ruang dan medium bagi pelajar Jepara dalam menuangkan ide dan pemikirannya," ujarnya.

Konsep tersebut diinisiasi sebagai dukungan nyata terhadap upaya pembibitan penulis pemula.

”Di samping itu, Perpusda sendiri memfasilitasi kelas pelatihan menulis gratis setiap Sabtu pukul 13.00. Harapannya, dapat melahirkan penulis-penulis muda dari Bumi Jepara. Penulis pelajar, pelajar penulis," harapnya. (fik/lin)

Editor : Ali Mustofa
#penulis #jepara #literasi #peluncuran buku #Perpusnas