JEPARA - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara telah melaksanakan program kerja kemitraan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bank Sampah di Desa Bakung.
Program ini berlangsung selama beberapa minggu di bulan Agustus 2024, dengan kegiatan yang tersebar di berbagai RT di desa tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Tim KKN UNISNU, yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dwi Agung Nugroho Arianto, S.E., M.M., bekerja sama dengan BUMDes Bank Sampah untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.
Dandy Rahmat Abdullah, yang menjabat sebagai Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades), menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini.
Meski bukan ahli di bidang pengelolaan sampah, Dandy berhasil menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Dalam setiap sesi, Dandy menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program Bank Sampah.
"Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif, kita bisa menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan sampah yang baik," ujar Dandy dalam salah satu sesi sosialisasi.
Selama pelaksanaan kegiatan, tim KKN UNISNU bersama ketua BUMDes Bank Sampah, Ahmad Riza, melakukan sosialisasi program Bank Sampah kepada masyarakat, memberikan pendampingan administrasi, serta membantu pelaksanaan program Bank Sampah.
Ahmad Riza menyatakan, Bank Sampah ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
"Dengan dukungan seluruh masyarakat, saya yakin kita bisa mengelola sampah dengan lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga," ujarnya.
Di Desa Bakung, warga didorong untuk hanya membawa sampah non-organik ke Bank Sampah.
Hal ini mengharuskan setiap rumah tangga untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, memastikan bahwa sampah yang masuk ke Bank Sampah adalah sampah non-organik.
Sampah non-organik seperti plastik, botol, dan kardus dapat memiliki nilai lebih jika dikelola dengan baik.
Dengan pemilahan yang tepat, sampah-sampah ini bisa didaur ulang menjadi produk-produk yang bermanfaat, seperti tas dari plastik bekas atau kerajinan tangan lainnya.
Selain membantu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan, daur ulang juga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Pengolahan sampah non-organik terpilah tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif yang berkelanjutan.
Dengan terlaksananya program Bank Sampah ini, tim KKN UNISNU memberikan contoh nyata kepada masyarakat tentang bagaimana sampah dapat bermanfaat dan memberikan nilai ekonomis.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan warga, di mana mereka dapat menyampaikan kendala yang dihadapi serta berbagi solusi terkait pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Dwi Agung Nugroho Arianto, S.E., M.M., menilai program kerja kemitraan ini sebagai langkah yang sangat positif dalam memberdayakan masyarakat Desa Bakung.
"Program ini tidak hanya mengajarkan tentang pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan mereka. Kami berharap Desa Bakung dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam hal pengelolaan sampah yang berkelanjutan," ungkapnya.
Program kemitraan antara KKN UNISNU Jepara dan BUMDes Bank Sampah ini diharapkan dapat terus berjalan dan berkembang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Desa Bakung. (*)
Editor : Ali Mustofa