KARIMUNJAWA - Serangkaian acara Barikan Kubro telah dimulai.
Masyarakat di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, melaksanakan seremonial pembukaan sejak Kamis (18/7).
Acara tahunan ini digelar hingga Sabtu (27/7). Berbagai pertunjukan dihelat, termasuk penampilan kesenian dan budaya dari sanggar-sanggar setempat.
Kepala Desa Karimunjawa Arif Setiawan menyampaikan Barikan Kubro pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini akan berjalan meriah, sebab telah disiapkan ratusan penari kolosal.
"Tarian kolosal akan dibawakan oleh siswa-siswi dari SD hingga SMA. 300-an penari ini telah dilatih siang dan malam untuk memeriahkan jalannya acara," ungkapnya Minggu (21/7).
Arif merinci, pada Senin (22/7) hari ini digelar harmoni budaya yang berisi geguritan, ngaji budaya serta tari-tarian tradisional.
Sementara untuk acara inti akan dilaksanakan pada Kamis (25/7) mendatang.
"Juga akan ada kirab budaya, pembuangan buceng hingga atraksi bajak laut. Ini yang biasanya ditunggu-tunggu oleh masyarakat, karena mengisahkan peristiwa zaman dahulu," jelasnya.
Setelah akan diadakan aksi Karimunjawa lestari pada Jumat (26/7) dengan melakukan bersih-bersih pantai dan lingkungan masing-masing.
Disambung, tarian kolosal yang baru akan ditampilkan sore hari.
"Akan diawali dengan tari kolosal Minagara, disusul tari suku Bugis, Madura, dan tradisional lainnya. Juga terdapat pertunjukan seni Pencak Rajawali dan pementasan enam suku dalam Brandal Edor (drama sejarah Karimunjawa, Red)," ungkapnya.
Pada hari terakhir, Sabtu (27/7) ditutup dengan panggung bersama atas anak-anak.
Mulai dari pembacaan puisi, monolog, melawak maupun lomba melukis. (fik/zen)
Editor : Ali Mustofa