JEPARA - Benteng Portugis menjadi salah satu tempat yang menyimpan sejarah panjang di masa silam.
Komunitas Semarangker (Penjelajah tempat-tempat angker) membagikan pengalamannya saat melakukan jelajah malam di benteng yang dibangun sekitar tahun 1632 tersebut.
Beberapa kejadian janggal dialami, mulai dari suara bayi merengek, perempuan menagis hingga sosok perempuan yang terbang.
Diketahui, benteng bersejarah ini berada di Dukuh Donorejo, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo.
Untuk sampai di lokasi ini, membutuhkan satu jam perjalanan dari Jepara kota.
Atau satu setengah jam perjalanan dari Pati kota.
Saat sampai di area Benteng Portugis yang berada di atas bukit, tampak banyak pohon besar.
Suasana di sekitar tampak sepi.
Terdapat setidaknya empat meriam dengan gardu pandang yang mengarah ke area laut bebas.
Selain menawarkan pengalaman wisata yang sarat akan sejarah dan pemandangan alam yang memanjakan mata.
Destinasi wisata ini juga menyimpan sejumlah misteri.
Beberapa mitos yang lekat dengan kawasan Benteng Portugis ialah bajul (buaya) putih yang kemunculannya konon ditandai dengan adanya pusaran air di laut.
Selain itu, juga terdapat riwayat perempuan bermata biru.
Baru-baru ini Komunitas Semarangker yang konsen melakukan penjelajahan di tempat-tempat angker menjajal mengeksplor kawasan Benteng Portugis.
Sekjend Komunitas Semarangker, Marcellino, 27, menceritakan bahwa pihaknya bersama tujuh orang teman menjelajah pada suatu malam Jumat.
"Waktu itu tepat ketika sampai di area benteng, ada angin yang bertiup kencang. Ada sekitar 30 detik. Tapi herannya pohon yang berada di sisi kiri kanan sama sekali tidak bergerak," ungkap Marcel pada Sabtu (20/7) sembari menuturkan keheranannya.
Setelah angin berhenti bertiup, Marcel sempat bepikir apakah melanjutkan penjelajahan atau pulang.
Namun karena telah menempuh perjalanan panjang diputuskan untuk lanjut.
Ia membagi tiga kelompok untuk melakukan penjelajahan.
Saat mulai mengheningkan diri dan berpencar, terdengar suara perempuan menangis.
"Awalnya saya mengira suara gagak. Tapi ternyata suara perempuan. Padahal kami pastikan tidak ada orang lain selain rombongan kami," ujarnya.
Tak tanggung-tanggung, menurut Marcel, suara itu terdengar hampir lima menit. Dari yang awalnya terdengar dari jarak dekat, hingga menjauh dan hilang.
"Kami mulai masuk sekitar pukul 23.30 malam. Suara ini terdengar dua kali. Di waktu awal-awal sampai dan saat mau pulang juga terdengar lagi," tambahnya.
Selain suara perempuan menangis, juga terdengar suara bayi merengek.
"Kami kan terbagi menjadi tiga grup. Dua grup ini mendengar semua, sementara satu grup lainnya tidak mendengar," terangnya.
Selain itu, saat penjelajahan juga terdapat gangguan lain. Seperti dilempari semacam ranting. Termasuk dengan suara auman anjing.
"Tak hanya di Benteng Portugis, kami juga menyisir di area Goa Manik yang berada di dekat kawasan benteng. Waktu itu di areal pantai tim kami ada yang melihat sosok perempuan terbang," jelasnya.
Kejadian tersebut terjadi secara cepat sehingga tidak sempat mendokumentasikannya.
"Kalau dari kami menganggap, gaib itu memang ada. Mereka kadang memvisualisasikan sesuai apa yang telah menjadi ingatan masyarakat. Seperti sosok Kuntilanak. Tapi kita sebagai manusia tidak mesti takut akan hal itu," tutupnya. (fik/khim)
Editor : Abdul Rokhim