Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mangkrak, Disperindag Jepara Bakal Manfaatkan JTTC Jadi Tempat Transit dan Informasi Perdagangan

Moh. Nur Syahri Muharrom • Sabtu, 13 Juli 2024 | 18:44 WIB
SEPI: Kendaraan terparkir di halaman gedung Jepara Trade and Topurism Center (JTTC) Pecangaan.
SEPI: Kendaraan terparkir di halaman gedung Jepara Trade and Topurism Center (JTTC) Pecangaan.

JEPARA — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara saat ini mulai bersiap untuk melakukan penataan di kompleks gedung Jepara Trade and Tourism Center (JTTC) di Desa Rengging, Pecangaan.

Itu dilakukan untuk mengatasi gedung tersebut yang sejak beberapa waktu terakhir mangkrak. Sejumlah opsi pun disiapkan.

Di antaranya, nantinya gedung tersebut akan dimanfaatkan jadi tempat transit wisatawan, hingga pusat informasi perdagangan.

Itu disampaikan Kepala Disperindag Jepara Zamroni Lestiaza kemarin.

Pihaknya mulai mengupayakan aktivasi gedung tersebut dengan mengerahkan pegawainya untuk menginventarisir beragam hal di gedung tersebut kemarin.

Sekaligus, juga menggelar bersih-bersih bersama.

"JTTC ini dibangun kan sebagai pusat informasi perdagangan dan pariwisata. Tapi beberapa tahun kan kita lihat tidak berfungsi, bangunan juga banyak kerusakan. Dengan kondisi seperti ini kami lihat, di langkah awal ini minimal kami sudah menugaskan Kabag TU Metro sebagai pengelola JTTC,” terang Zamroni kemarin.

Diketahui, keberadaan gedung tersebut sudah ada sejak 2017 lalu. Namun, dari waktu ke waktu, kondisinya kian suram. Kondisinya sunyi dan sepi pengunjung.

Sebenarnya, bangunan tersebut lokasinya persis di sisi Jalan Raya Rengging, Pecangaan.

Menurut Zamroni, tempat tersebut memiliki lahan parkir yang mumpuni karena cukup luas.

Gedung itu dikonsep untuk showroom produksi kerajinan kayu masyarakat Jepara.

Di tengah bangunan ada beberapa ornament kayu hasil karya masyarakat yang dipajang.

Oleh sebab itu, di dalamnya terdapat kantor dari berbagai macam organisasi kerajinan.

Ada APKJ, HIPMI, HIMKI, Kadin, Kasmindo Jepara, serta Jepara Indikasi Geografis Produk.

Hanya saja, Zamroni mengakui dari beberapa organisasi tersebut tidak setiap hari ada petugas yang berjaga di kantor tersebut.

Akibatnya, di gedung itupun tidak tampak kegiatan.

Agar mengatasi gedung tersebut tidak mangkrak, Zamroni mengakui ada beberapa opsi yang bisa jadi alternatif.

Di antaranya dengan menjadikan gedung tersebut sebagai tempat informasi perdagangan, atau dijadikan tempat transit wisatawan.

Namun untuk bisa menerapkan itu, menurutnya perlu waktu.

Lantaran untuk saat ini memang pihaknya mengalami keterbatasan anggaran. (rom/war)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #Trade and Tourism Center #perdagangan #disperindag #wisatawan