Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kesenian Ukir Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah di Jepara, Ini Tujuannya 

Fikri Thoharudin • Senin, 8 Juli 2024 | 23:06 WIB

 

SEMANGAT: Para pelajar SMP di Kabupaten Jepara antusias saat ikuti pelatihan ukir yang diselenggarakan di Museum RA Kartini baru-baru ini untuk mengisi waktu libur.
SEMANGAT: Para pelajar SMP di Kabupaten Jepara antusias saat ikuti pelatihan ukir yang diselenggarakan di Museum RA Kartini baru-baru ini untuk mengisi waktu libur.

JEPARA - Kesenian ukir diusulkan untuk dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah di Kabupaten Jepara.

Hal itu bertujuan supaya seni ukir dapat tetap terjaga regenerasinya.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Prakarya SMP Kabupaten Jepara, Subagya Eka Santosa mengatakan, sejauh ini rata-rata seni ukir hanya menjadi ekstrakurikuler sekolah.

“Dari hasil pertemuan dengan pihak Disdikpora untuk mapel ukir semester depan 2024/2025 dimasukkan ke pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5),” tuturnya Minggu (7/7).

Pihaknya mengusulkan untuk mengubah jumlah jam mata pelajaran.

Seperti Bahasa Indonesia serta matematika dikurangi satu jam untuk digunakan mapel ukir.

“Karena Bahasa Indonesia dan matematika jamnya banyak. Dengan demikian tidak merubah jumlah jam yang ada di kurikulum. Jadi yang dua jam itu dapat digunakan untuk mapel ukir atau sebagai muatan lokal daerah,” urainya.

Apabila itu bisa terealisasi skema tersebut juga dapat digunakan oleh daerah-daerah lain yang memiliki potensi lokal melimpah.

“Juga bisa diterapkan kearifan lokal di masing-masing wilayah se-Indonesia. Misalkan Pekalongan bisa memasukkan mapel batik,” katanya.

Kendati terkadang dilakukan pelatihan maupun lomba mengukir, namun menurutnya hal tersebut harus ditegaskan hingga bisa masuk ke dalam kurikulum.

“Kalau soal masalah materi bisa dirancang. Supaya di tingkat SMP terdapat keseragaman dalam pembelajarannya,” ujarnya.

Sebagai alternatif terkait kompetensi ukir, Subagya menambahkan bisa dimasukkan ke mata pelajaran seni dan prakarya.

Dalam mapel ini, siswa bisa memilih pembelajaran yang diikuti.

“Di mapel inikan macam-macam, ada pengolahan dan kerajinan. Yang mengambil kerajinan dapat disarankan untuk mengambil kerajinan ukir,” tandasnya. (fik/war)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #kurikulum #Disdikpora #sekolah #ukir #kerajinan