Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Umat Kristen di Jepara Adakan Ibadah Doa Puasa jelang Kenaikan Yesus Kristus

Nibros Hassani • Rabu, 8 Mei 2024 | 00:41 WIB
IBADAH: GITJ Margokerto saat mendengar khutbah dalam perayaan kenaikan Yesus Kristus tahun lalu.
IBADAH: GITJ Margokerto saat mendengar khutbah dalam perayaan kenaikan Yesus Kristus tahun lalu.

JEPARA - Sebagian umat Kristen di Jepara akan melaksanakan ibadah doa puasa untuk menyambut kenaikan Yesus Kristus.

Jemaat yang mampu melaksanakan ibadah doa puasa sesuai kemampuan masing-masing.

Ibadah doa puasa ini sama dengan ibadah doa puasa ketika paskah.

Baca Juga: Berhati-hati dalam Berteman, Ini Kriteria Orang yang Layak Dijadikan Sahabat Menurut Syekh Ibnu Athaillah

Ibadah doa puasa dilaksanakan selama 10 hari mulai Rabu (8/5).

Ibadah doa puasa ini umum dilakukan jemaat Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ).

Sementara itu, Gereja Katolik masa puasa dan pantang dilaksanakan 40 hari sebelum paskah.

Sehingga saat jelang kenaikan Yesus tahun ini Gereja Katolik sudah tidak memasuki masa puasa dan pantang.

Pengurus GITJ Margokerto, Sudi Siswanto mengungkapkan ada sejumlah rangkaian perayaan dari GITJ.

Antara lain ibadah kenaikan Yesus Kristus pada Kamis (9/5), lalu dilanjut ibadah doa puasa hingga 18 Mei 2024.

Dilanjut ibadah Pantekosta atau Minggu Putih dan pembaptisan.

Diketahui, beberapa gereja tidak menekankan jemaat pada ibadah puasa.

Seperti GITJ Dermolo yang menekankan pada ibadah dan perilaku bermasyarakat.

Baca Juga: Serahkan Formulir Penjaringan Cabup Rembang ke Nasdem, Harno - Atna Tukiman Saling Puji soal Karier

Sementara, gereja yang mengajak jemaatnya berpuasa menekankan pada pengendalian amarah dan hawa nafsu mulai pukul 06.00 hingga 18.00.

Seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya oleh GITJ Margokerto.

"Puasa dengan tidak makan dan tidak minum. Tapi sebisanya. Tidak ada aturan yang baku," ujarnya.

"Intinya lebih ke dalam jiwa, hati, mengendalikan diri dari hawa nafsu, amarah, iri, dengki, dan hal-hal yang tidak baik kepada hal yang lebih baik,” jelas Sudi. (nib/war)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #umat kristen #paskah #katholik #puasa #gereja #yesus kristus