JEPARA – Pertamina mendorong masyarakat di Kabupaten Jepara agar membeli elpiji langsung ke pangkalan.
Instruksi itu diberikan dampak sulitnya masyarakat untuk membeli elpiji ukuran 3 kilogram atau elpiji melon.
Dengan membeli langsung ke pangkalan, bisa menjaga jalur distribusi resmi elpiji melon berada di harga eceran tertinggi (HET), dan itu ada di level pangkalan resmi yang biasanya terdapat papan nama pangkalan.
Diketahui, sebelumnya diberitakan sudah lebih dari sebulan masyarakat Kabupaten Jepara di sejumlah kecamatan mengaku sulit mendapat gas elpiji melon.
Kalaupun ada, di kalangan pengecer, gas melon tersebut dijual Rp 35-50 ribu.
Langkanya gas elpiji 3 kilogram di antaranya di Kecamatan Batealit dan Bangsri.
Kesulitan mendapat gas subsidi itu telah dikeluhkan masyarakat sejak bulan lalu.
Menyikapi itu, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho menjelaskan sesuai dengan ketentuan Kementerian ESDM sejak Maret 2023 pangkalan harus menjual LPG 3 kg minimal 80 persen stoknya kepada konsumen akhir.
Terdiri dari rumah tangga, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran.
”Mungkin di tahun lalu masih ditolerir pembelian pengecer dalam jumlah banyak,” jelasnya.
Saat ini yang beli elpiji 3 kilogram digiring oleh pemerintah beli di pangkalan.
Jadi saatnya pengguna elpiji 3 kilogram aware dengan titik pangkalan terdekatnya.
”Kalau masih ada pangkalan yang menolak menjual ke konsumen sekitar, bisa lapor ke kami atau hubungi 135 dengan memberikan detail waktu dan nama pangkalannya,” papar Brasto.
Baca Juga: Pentingnya Saling Berwasiat tentang Kebenaran dalam Surat Al Ashr
Dengan menggiring pembelian langsung ke pangkalan resmi, nantinya bisa langsung dilakukan tahap pendataan dan pencocokan data.
Itu agar transaksi elpiji melon ke depannya bisa lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, saat ini masih sulitnya ketersediaan elpiji jenis melon itu, menurut Brasto karena saat ini masih momen Lebaran.
Untuk menyiasati peningkatan permintaan itu, Pertamina menambah pasokan sekitar 57 ribu tabung elpiji melon ke Jepara.
Dirinya melihat adanya permintaan yang meningkat di masyarakat.
Di mana saat ini masyarakat sedang berwisata di libur Lebaran serta meningkatnya aktivitas memasak rumah tangga dan usaha mikro saat Ramadan dan Idulfitri.
”Pasokan elpiji 3 kilogram terus kami tambah fakultatif sejak 1 hingga 20 April nanti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Brasto.
Terpisah, salah satu pemilik pangkalan elpiji di Kabupaten Jepara Mundhofar menjelaskan, saat ini masyarakat di sekitar pangkalannya mulai aktif membeli elpiji langsung ke dia.
Tapi entah kenapa masih banyak kekurangan.
Mungkin sekarang momen banyak tanggal merah, jadi pengiriman libur. Begitu datang, hari itu juga habis.
”Apalagi kalau Hari Senin atau sehabis ada tanggal merah, langsung habis dalam beberapa jam,” ujar pemilik pangkalan yang ada di Kecamatan Jepara Kota itu.
Sementara itu, pihak kepolisian sejauh ini belum menemukan adanya indikasi pidana penimbunan elpiji melon di Kabupaten Jepara.
Namun, saat ini masih dalam pantauan dan akan menerima laporan bila terbukti ada penimbunan gas.
”Elpiji 3 kilogram masih kami pantau dan selidiki jika ada yang menimbun,” jelas Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan. (rom/zen)
Editor : Ali Mustofa