JEPARA – Belasan pemuda pemudi digerebek oleh polisi saat sedang ngamar di kos-kosan.
Setelah melalui pemeriksaan, para pemuda dan pemudi itu mendapatkan pembinaan oleh kepolisian.
Penggrebekan ini berlangsung di kos-kosan area Desa Margoyoso dan Desa Banyuputih Kecamatan Kalinyamatan pada Sabtu (23/3) jelang pergantian hari.
Penggrebekan ini dilakukan berdasarkan dari keluhan masyarakat sekitar terkait pencegahan prostitusi.
Kapolsek Kalinyamatan IPTU Yusron mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak masukan dari masyarakat, serta tokoh untuk melakukan sweeping di sejumlah area kosan.
“Masyarakat ingin ada pencegahan agar tidak ada kos-kosan yang jadi lokasi prostitusi,” jelas IPTU Yusron.
Berdasarkan hasil penggerebekan, didapati belasan pemuda dan pemudi yang berasal dari berbagai daerah: Bangsri, Kembang, Welahan, Mayong, hingga Mijen Demak.
Baca Juga: Ratusan Bonsai Ikuti Kontes Tingkat Nasional di Halaman Dewi Sri Purwodadi, Hadiah Utama Seekor Sapi
Baca Juga: Ini Dia Nama-nama Pemenang Lomba Bonsai Tingkat Nasional di Grobogan, Berikut Daftarnya!
Tidak ada yang di bawah umur, mayoritas merupakan laki-laki dan perempuan dewasa rentang usia 20-25. Kebanyakan bekerja di pabrik dan mengenal satu sama lain.
Setelah melalui pemeriksaan, para pemuda dan pemudi itu mendapatkan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut.
“Mereka bilang alasannya untuk senang-senang. Ada juga yang alasannya ekonomi, dibayar Rp 250ribu semalam. Tapi penggrebekan ini saya harap jadi perhatian untuk kita semua. Jadi pembelajaran untuk masyarakat sekitar,” jelas IPTU Yusron.
Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut terjadi pada saat bulan Ramadan.
Setelah mendapatkan pembinaan, para pemuda dan pemudi tersebut hanya boleh meninggalkan kantor polisi setelah dijemput orangtuanya.
“Kami berharap kehadiran kami betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Semoga penggrebekan ini bisa menjadi shock therapy. Jangan sampai muncul gejolak,” jelas IPTU Yusron. (nib/him)
Editor : Ali Mustofa