Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rayakan Malam Imlek, Umat Tionghoa di Welahan Jepara Nyalakan 168 Pelita Berkah Penerangan dari Dewa

Nibros Hassani • Senin, 12 Februari 2024 | 02:16 WIB

 

NYALA: 168 pelita berkah dinyalakan pada dini hari setelah sembahyang di Klenteng Hian Thian Siang Tee atau Klenteng Dewa Obat Welahan (10/2).
NYALA: 168 pelita berkah dinyalakan pada dini hari setelah sembahyang di Klenteng Hian Thian Siang Tee atau Klenteng Dewa Obat Welahan (10/2).

JEPARA – Umat Tionghoa di Welahan, Jepara, merayakan malam pergantian tahun Imlek 2575 dengan sembahyang kepada Dewa.

Setelah sembahyang, para umat menyalakan lilin atau pelita berkah sebagai pengharapan penerangan hidup kepada Dewa.

Sembahyang ini terlaksana di Kelenteng Hok Tek Bio dan Hian Thian Siang Tee, Desa Welahan, Jepara, mulai pukul 23.00 WIB.

Prosesi ibadah pertama, umat Tionghoa melakukan sembahyang di Kelenteng Hok Tek Bio lalu dilanjut beribadah ke Kelenteng Hian Thian Siang Tee/Dewa Obat.

Di altar, umat mengucapkan doa-doa dan harapan kepada Tuhan yang satu.

Lalu, umat menghadap kongco atau dewa. Dalam prosesi itu, disebutkan juga nama-nama yang memasang pelita berkah.

Baru kemudian, lilin-lilin dinyalakan oleh jemaat yang hadir.

Pengurus Yayasan Kelenteng Dicki Sugandhi mengatakan, angka 168 adalah angka yang bagus bagi dewa.

Karena itu, dipilih lilin sebanyak 168 untuk dinyalakan.

Lilin-lilin itu akan dinyalakan 24 jam selama 15 hari sampai tiba pada perayaan Cap Go Meh.

Lilin atau pelita berkah dinyalakan sebagai bentuk pengharapan kepada Dewa agar umat Tionghoa dan masyarakat mendapat penerangan, perlindungan, kesehatan dan kesejahteraan dari Dewa.

“Lilinnya nanti kita nyalakan terus sampai Cap Go Meh. Cap Go Meh ini mirip seperti Bodo Kupat kalau di agama Islam. Kalau sudah Cap Go Meh, perayaan tahun baru Imlek sudah selesai,” jelas Dicki.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini para Umat Tionghoa juga berharap penyelenggaraan Pemilu berjalan lancar.

Sehingga di tahun politik ini, masyarakat bisa mendapat pemimpin yang betul-betul mengayomi.

“Pemilu semoga berjalan baik dan lancar. Dan kita bisa dapat Presiden yang diterima oleh bangsa Indonesia dan kedepannya bisa membuat negara lebih aman, lebih maju, dan mengayomi rakyat Indonesia,” kata Dicki. (nib)

Editor : Ali Mustofa
#imlek #jepara #sembahyang #kelenteng #dewa #tionghoa