JEPARA - Sejumlah warga terdampak Galian C di Desa Bungu, Kecamatan Mayong, masih menantikan tuntutan mereka terpenuhi.
Saat ini alat berat milik pengusaha masih ditahan oleh warga. Sembari menantikan wakaf masjid dan aliran irigasi dibangun sesuai dengan janji.
Sebelumnya, sempat terjadi protes dari warga karena Galian C yang ada di Desa Bungu lebih banyak merugikan warga dan lingkungan.
Baca Juga: Razia Malam Pergantian Tahun, Satpol PP Rembang Dapati Pasangan Tak Resmi di Hotel hingga Indikasi Prostitusi Online
Karena ada Galian C, irigasi desa terhambat dan aliran air untuk sawah macet.
Di lokasi, tampak Galian C tersebut sudah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Namun sempat ada protes oleh warga karena realisasi galian C tidak sesuai.
Dinas terkait juga sempat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi mengenai galian tersebut.
Kapolsek Mayong AKP Bambang Suroyo mengatakan pihaknya berjanji akan mengklarifikasi galian C tersebut.
Petinggi Desa Bungu melalui carik, Saputro menjelaskan saat ini kondisi desa mulai hangat lagi dengan isu galian C tersebut.
“Melunasi utang dengan warga sudah, tapi memang masih ada janji yang belum ditepati,” jelas Saputro.
Terakhir, pihak pengembang berjanji akan melakukan normalisasi saluran pengairan serta mengembalikan fungsi sungai.
Selain itu, ada wakaf masjid dan pembangunan saluran irigasi yang akan dilakukan sebagai ganti rugi. Namun saat ini belum terlaksana.
Perwakilan warga, Suparno mengatakan, tidak benar bahwa pemilik galian sudah memperbaiki saluran irigasi dan mengganti tanah wakaf masjid.
Yang ia tahu, yang sudah dilakukan adalah pembayaran tunggakan warga.
Baca Juga: Razia Malam Pergantian Tahun, Satpol PP Rembang Dapati Pasangan Tak Resmi di Hotel hingga Indikasi Prostitusi Online
“Yang sudah dilakukan hanya melunasi utang kepada warga. Tapi janjinya (mengganti rugi dampak galian) belum. Alat berat sampai sekarang juga masih warga tahan. Kami lihat galian C ini juga ada tanda-tanda beroperasi lagi. Operasionalnya juga pakai solar subsidi,” jelas Suparno. (nib/war)
Editor : Ali Mustofa