Mereka berasal dari pelatihan pemeliharaan dan pemasangan AC, serta kompetensi teknik las.
Para peserta itu didorong bekerja sesuai bekal pelatihan yang diberikan.
Juga diminta menjadi pengusaha mandiri sehingga tercipta lapangan kerja.
Dorongan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko.
”Pada tahap awal, membentuk kelompok atau ikut kerja orang lain. Itu sekaligus untuk mematangkan keterampilan. Cari tambahan referensi melalui tutorial di YouTube. Kalau sudah saatnya, membuka usaha sendiri. Jadi bisa membuka lapangan kerja,” kata Edy Sujatmiko di depan peserta.
Para lulusan tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan selama 160 jam pelajaran sejak 24 Agustus 2023.
Kepala BLK Nur Zaenudin mengatakan sebelum dua kejuruan tersebut, pihaknya telah menyelesaikan dua pelatihan kompetensi yang lain. Meliputi tata rias dan menjahit.
Peserta mendapat berbagai fasilitas, seperti uang transportasi, kaos, alat tulis, bahan pelatihan, konsumsi, dan sertifikat kompetensi.
”Ada peserta pelatihan teknik las yang setelah pelatihan ini akan langsung mengikuti uji kompetensi di Cilegon, Banten,” kata dia.
Ia menambahkan, berdasar penelusuran alumni yang dilakukannya, lebih dari 60 persen peserta pelatihan di BLK Jepara telah bekerja mandiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja DiskopUKMNakertrans Jepara Eko Sulistiyono mengatakan, pelatihan setiap unit kompetensi diikuti puluhan peserta. (*)
Editor : Abdul Rokhim