JEPARA - Bagi Nadlifatul Izzah menjadi seorang sinden, harus terus mengembangkan kemampuan teknik.
Sejak lima tahun terakhir, ia mendalami karawitan. Bahkan menjuarai sejumlah lomba.
Baca Juga: Ini Komentar Pelatih Persijap Jepara Usai Timnya Dikandaskan Persela Lamongan di Laga Perdana Liga 2
Pelajar SMPN 1 Jepara itu, memeroleh juara I karawitan dan juara II macapat putri.
Ia mengaku senang memelajari tembang Jawa dan menampilkannya di depan banyak orang.
Baca Juga: Ini Dia Biografi Ratu Kalinyamat Tokoh Legendaris Asal Jepara yang Diperankan Istri Habib Luthfi
Baca Juga: Nah, Ini Dia Penampakan Truk Modifikasi yang Diduga Timbun Solar di Jepara
Belakangan ini, ia mengaku sedang mengatasi kesulitannya menyanyikan nada rendah. Tapi ia bertekad untuk terus berlatih.
“Lagu Jawa ini banyak nada rendah, agak sulit, jadi harus latihan terus,” jelasnya.
Ia menceritakan, ia memelajari seni ini pada awalnya ketika pandemi.
Saat libur panjang sekolah karena pandemi, ia memelajari tembang jawa. Ia langsung suka.
Baca Juga: Penggawa Persijap Jepara Berangkat Lebih Awal di Laga Perdana Lawan Persela Lamongan, Ini Alasanya
Baca Juga: Manajemen Klaim Tunggakan Gaji Pemain Beres, Persijap Jepara Pede Ikut Kompetisi Liga 2 2023/2024
Ia juga merasa beruntung karena kakek buyutnya merupakan dalang wayang klitik.
Keluarganya juga ada yang menekuni bidang seni campursari dan wayang. Ia jadi semangat.
”Kakek buyut dulu wayang klitik. Saat ini saya masih belajar. Terutama bidang sinden atau wayang. Karena pertama kali saya ikut tembang jawa karena masuk ke campursari,” jelas gadis kelahiran 2010 ini.
Ia juga kerap mengasah bakatnya itu dengan tampil di banyak panggung. Juga menghadiri acara pernikahan di desa-desa. (nib/war)
Editor : Abdul Rokhim