JEPARA – Manajemen Persijap Jepara berkomitmen bisa mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini dengan tenang.
Sebab itu, tunggakan gaji seorang pemain pada musim 2021 yang sempat menghantui telah dibayarkan. Tunggakan tersebut besarnya Rp 20 juta.
Baca Juga: Dirias Seperti Ratu Kalinyamat, Istri Habib Luthfi Iringi Kirab Merah Putih di Donorojo Jepara, Ini Potretnya
Diketahui, belum lama ini Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) merilis terdapat sembilan klub yang menunggak gaji.
Yaitu, Gresik United, Persijap Jepara, Kalteng Putra, PSMS Medan, PSPS Riau, Persiraja Banda Aceh, Semen Padang, Persikab Kabupaten Bandung, dan PSKC Cimahi. Totalnya mencapai Rp 5,4 miliar.
Total tunggakan tersebut merupakan hak bagi 138 pemain Liga 2.
Manajer Persijap Jepara Egat Sacawijaya saat ini timnya telah menyelesaikan masalah gaji tersebut.
Dalam mengatasi masalah tersebut, manajemen Persijap memutuskan untuk membayar tunggakan gaji pemain tersebut dari subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).
”Itu sudah clear semua. Sudah kami urus,” tegasnya.
Baca Juga: Kurang dari Satu Jam, Gerakan Pangan Murah di Mayong Jepara Ludes Diserbu Warga
Tunggakan gaji pemain itu terjadi saat kompetisi Liga 2 digulirkan musim 2021.
Saat itu, menurut Egat terdapat satu pemain yang kontraknya kelebihan.
Sementara saat itu kompetisinya telah berhenti sehingga gajinya belum terbayarkan.
”Ini ada sedikit mis komunikasi, tapi kami sudah selesaikan dan amankan. Karena kalau tidak diselesaikan, akan berdampak di pertandingan musim ini,” imbuh Egat. (rom/ali)
Editor : Abdul Rokhim