JEPARA - Dengan perkembangan era digital, kreatifitas dan inovasi dalam pemasaran serta promosi suatu produk menjadi kebutuhan prioritas bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Menyadari pentingnya hal ini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menginisiasi program pengabdian berbasis kemitraan dengan UMKM lokal. Dalam pelaksanaanya Tim KKN XV Desa Jinggotan Tahun 2023 mendampingi usaha pengolahan keripik "Berkah Dua Putra" milik Ibu Anik yang berlokasi di dukuh Segembul RT 02 RW 04, Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Program pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNISNU Jepara ini bertujuan membantu mitra UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui strategi pemasaran, yakni perbaikan branding dan pengenalan digital marketing sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran produknya.
Dengan semangat "Meneguhkan Peran Kader Aswaja An-Nahdiyah Dalam Pemberdayaan Masyarakat", program pengabdian berbasis kemitraan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi warga Desa Jinggotan. Program pengabdian yang dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan Aprilia Riyana Putri, M.Pd ini dilaksanakan kurang lebih selama 40 hari terhitung mulai tanggal 20 Juli sampai dengan 30 Agustus 2023.
Strategi pengembangan usaha yang dilakukan Tim KKN XV UNISNU Jepara di mulai dengan pembaruan branding dan packaging produk, yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan digital marketing, pembuatan titik map dan plang penunjuk arah lokasi mitra, pendampingan pemasaran produk dan pembuatan Sertifikasi P-IRT, serta pelatihan inovasi pengolahan keripik.
Strategi awal yang dilakukan yaitu pembaruan branding dan packaging produk, yang meliputi pembuatan desain stiker dan banner baru, serta pemberian mesin impulse sealer kemasan kepada mitra. Dengan adanya desain stiker/label dan kemasan yang baru, diharapkan dapat menambah daya tarik produk untuk meningkatkan minat beli konsumen.
Strategi selanjutnya, yakni pelatihan digital marketing bagi mitra UMKM. Digital marketing telah menjadi komponen penting dalam strategi pemasaran bagi pelaku UMKM. Tak sekedar jualan, pelaku UMKM wajib mengoptimalkan promosi dan publikasi agar eksistensi bisnis tetap terjaga. Digital marketing memungkinkan Pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi dan platform digital guna mencapai target pasar dengan lebih efektif dan efisien.
Pelatihan digital marketing yang meliputi pembuatan akun media sosial untuk mitra yakni facebook dan Instagram, pengelolaan akun bisnis dan penggunaan media sosial sebagai media pemasaran produk guna menunjang perluasan pemasaran usaha telah dilakukan oleh Tim KKN XV pada hari Sabtu (2/8).
Materi yang diberikan kepada mitra pengabdian disampaikan secara ringkas agar mudah dipahami dan dimengerti, sehingga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah di ajarkan.
Tim KKN XV UNISNU Jepara juga memfasilitasi pembuatan plang penunjuk arah dan pembuatan titik lokasi mitra menggunakan aplikasi Google Maps. Plang penunjuk arah ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan konsumen mengenai keberadaan serta arah menuju lokasi UMKM “Berkah Dua Putra”. Plang penunjuk arah telah dipasang dipertigaan lapangan Jinggotan dan tempat-tempat strategis kearah lokasi mitra.
Tim KKN XV Desa Jinggotan telah melakukan pendampingan pemasaran keripik “Berkah Dua Putra” di minimarket sekitar wilayah Desa Jinggotan. “Kita mendampingi Bu Anik bekerjasama dengan AHA Mart dan KUD Mart untuk memasarkan keripik hasil produksinya dengan harapan agar usaha beliau semakin maju dan berkembang”, Ujar Anis Stiyaningsih selaku Kormades.
Dengan kerjasama tersebut, diharapkan UMKM “Berkah Dua Putra” dapat bersaing dengan UMKM lain di Kabupaten Jepara. Sebelumnya, keripik produksi Bu Anik hanya dipasarkan dengan cara dititipkan ke warung-warung sekitar dan hanya mengandalkan kerabat, tetangga, atau pelanggan yang memesan atau datang langsung ke rumah
Guna menunjang strategi pemasaran produk, Tim KKN XV Unisnu Jepara juga mendampingi mitra dalam pendaftaran ijin SPP-IRT ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara pada hari Jum’at (18/8).
P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) adalah Izin yang dikeluarkan Pemerintah untuk industri rumahan produk makanan dan minuman. PP Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan mengamanatkan bahwa pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) untuk memastikan produk ang dihasilkan sudah layak edar dan telah sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Upaya terakhir yang dilakukan untuk mengembangkan usaha Bu Anik adalah Edukasi inovasi produk. Tim KKN Jinggotan menggandeng ketua koordinator UMKM Kecamatan Batealit, Ibu Khadiyatus Sholihah untuk memberikan edukasi kepada mitra UMKM mengenasi inovasi produk dan bagaimana cara bertahan untuk mengembangkan UMKM pasca era Pandemi (20/8). Dalam kegiatan ini, mitra juga diberikan pelatihan pengolahan keripik baru yaitu varian keripik pedas manis. Dengan adanya varian rasa baru dan inovasi produk dari mitra diharapkan dapat menarik minat beli konsumen dan meningkatkan produksi dan penjualan.
Ibu Anik menyambut baik program pengabdian berbasis kemitraan yang dilakukan oleh Tim KKN XV Tahun 2023 UNISNU Jepara di Desa Jinggotan karena sangat membantu perkembangan usaha yang sedang dikelolanya. Bu Anik berharap program ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga usahanya dapat lebih berkembang dan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak sehingga membantu meningkatan pendapatan warga Desa Jinggotan. (*)
Editor : Ali Mustofa