JEPARA – Nasib malang menimpa seorang pelajar SD di Kedungmalang. Ia diduga diperkosa dan diancam dibunuh bila melaporkan kasus tersebut.
Saat ini Polres Jepara masih menyelidiki perkara tersebut. Sempat kesulitan karena keterangan korban berubah-ubah.
Kejadian pemerkosaan ini telah terjadi pada tahun lalu. Keterangan orang tua korban, kejadian itu berlangsung di sekitar rumah warga, selepas magrib.
Setelah mengaji di masjid, korban dipaksa oleh dua terduga pelaku untuk pulang bersama.
Sampai di sebuah rumah, korban yang masih berusia delapan tahun itu sempat diikat tangannya, dan ditutup mulutnya dengan lakban.
Korban diancam bila melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
AD, ayah dari korban mengatakan saat ini anaknya masih dalam kondisi trauma. Ia menyesalkan kejadian tersebut dan mengaku geram.
Apalagi anaknya jadi tampak sangat murung saat bersekolah setelah kejadian tersebut.
“Padahal berprestasi, nilainya jadi anjlok,” jelas AD saat ditemui wartawan.
Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Masdar Tohari mengatakan kasus tersebut masih dalam proses lidik.
Pihaknya sempat kesulitan memeriksa keterangan dari korban yang berubah-ubah. Sehingga pendalaman perkara tersebut masih terhambat.
“Pemeriksaan terkendala karena kurang alat bukti. Keterangan dari korban berubah-rubah,” kata AKP Ahmad Masdar. (nib)
Editor : Ali Mustofa