JEPARA – Kiswanto, (44) pria asal Desa Cepogo, Kecamatan Kembang menghembuskan nafas terakhirnya.
Dia meninggal tidak lama setelah mengikuti unjuk rasa (demo).
Demo itu dilaksanakan di depan halaman Setda Jepara pada Rabu (30/8).
Dari pemeriksaan pihak rumah sakit, dikatakan almarhum meninggal karena penyakit jantung.
Hal ini dibenarkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Edy Supriyanta.
Bahkan Edy turut menjenguk korban di Rumah Sakit Graha Husada siang harinya.
Baca Juga: Ternyata Ini Faktor Utama yang Menyebabkan Puluhan Ribu Warga Jepara Nganggur
Baca Juga: KKN Unisnu Lakukan Pengembangan Felfiaz Bakery pada UMKM Food dan Catering di Desa Krajan Jepara
“Dari dokter menyatakan meninggalnya karena penyakit jantung," katanya.
"Jadi bukan karena apa-apa saat unjuk rasa. Ini kami semua kesana,” ungkap Edy.
Sebelumnya, telah berlangsung unjuk rasa di halaman Setda yang dilakukan oleh FKOJ (Forum Komunikasi Ormas Jepara) sejak sekitar pukul 11.00.
Namun aksi tersebut sempat berhenti.
Hal itu karena ada salah satu pendemo mendadak sakit (almarhum Kiswanto, Red).
Baca Juga: KKN Unisnu Jepara dan Unwahas Dampingi Mitra Kelompok JKM Karimunjawa Ciptakan Kerupuk Rumput Laut
Baca Juga: BPJAMSOSTEK Jepara Serahkan Santunan Jaminan Kematian karena Sakit Sebesar Rp 42 Juta
Murdiyanto, Ketua Pemuda Pancasila kepada wartawan menerangkan aksi unjuk rasa tersebut menjadi tindak lanjut dari audiensi sebelumnya.
Yakni mengenai kekosongan jabatan kepala dinas.
Juga berbagai permasalahan lain di Jepara yang belum tuntas.
“Juga terkait matahari kembar. Branding pak Sekda ini seolah-olah beliau adalah jajaran Forkopimda," ujarnya.
"Kalau kita tahu Forkopimda adalah Kapolres, Kajari dan lainnya. Hari ini diskusi belum diselesaikan karena tadi ada teman kita sakit yang mungkin kelelahan, gugur sebagai pahlawan perjuangan kita bersama. Untuk menghormati itu aksi hari ini kami cukupkan,” jelas Murdiyanto. (nib)
Editor : Abdul Rokhim