JEPARA – Kemeriahan karnaval budaya ”Jepara Spectacular Carnival" yang digelar Sabtu (19/8) nanti akan ditambah dengan ikon-ikon khas desa. Salah satunya Desa Menganti, Kedung.
Rencananya, desa tersebut akan menampilkan tarian khas diiringi patung kuda setinggi 3 meter dan horog-horog.
Total berat makanan legendaris itu, mencapai 20 kilogram.
Petinggi Desa Menganti Ali Mansur mengatakan, horog-horog menjadi ikon khas desanya sejak masa lampau.
Baca Juga: Detik-Detik Proklamasi, Pengendara hingga Pesepeda di Jepara Berhenti untuk Sang Merah Putih
Baca Juga: Digelar Besok, Peserta Jepara Spectacular Carnival akan Tempuh Rute 2 Kilometer
”Di Jepara makanan khasnya horog-horog itu dari Desa Menganti. Produsennya kebanyakan dari sini (Desa Menganti, Red) memang," katanya.
Ia mengatakan, ada lima tumpengan horog-horog yang akan ditampilkan.
Salah satunya yang paling tinggi akan ditempatkan di tengah.
Kira-kira total berat dari kelima gunungan horog-horog itu, sekitar 20 kilogram.
”Akan ada persembahan horog-horog khusus untuk bupati nantinya. Dihidangkan bersama pecel, cecek, dan pentol bakso," jelasnya.
Nantinya horog-horog akan dibuat dalam satu waktu 24 jam.
Mulai dari pencucian, sangrai, kukus, perendaman, penghancuran setelah mekar, hingga bentuk setelah di-finishing.
”Agar bentuk horog-horog tidak retak di jalan, nanti tengahnya diberi tatakan dari ember,” imbuhnya.
Baca Juga: Bakal Lantik Tiga Calon Kepala Dinas Baru September Mendatang, Ini Pesan Bupati Rembang
Baca Juga: Usai Dicopot Lantaran Dugaan Pungutan, Kepala SMKN 1 Sale Rembang Kini Kembali Bertugas
Selain miniatur horog-horog, ada juga miniatur aren. Disambung dengan kuda raksasa.
”Kuda bermakna perjuangan yang lekat dengan kemerdekaan," jelasnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi kali ini. Apalagi masuk dalam acara kabupaten.
Sementara itu, latihan tari diikuti ibu-ibu warga Desa Menganti.
”Karena waktunya mepet, Jumat (besok, Red) kami harus sudah geladi bersih," imbuhnya. (nib/lin)
Editor : Ali Mustofa