Puja Bakti dimulai sekitar pukul 9.30. Hadir puluhan umat Budha di sekitar Dukuh Gronggong, Desa Tanjung, Pakis Aji. Acara dimulai dengan penyalaan lilin empat warna oleh masing-masing perwakilan umat Buddha. Lalu dilanjut dengan meditasi selama dua menit seraya menunggu detik-detik Hari Suci Waisak yang dimulai sekitar pukul 10.40. Meditasi dilakukan seraya mengucap “Bu-dha” dalam setiap tarikan nafas. Setelah masuk perayaan Waisak, umat Buddha melakukan doa bersama dilanjutkan dengan selametan. Saat selametan, warga membawa makanan dari masing-masing rumah untuk dibagi setelah ibadah.
Romo Pasit Adhistana Dharma mengungkapkan, perayaan tahun ini bertajuk “Aktualisasikan Ajaran Buddha Dharma di dalam Kehidupan Sehari-hari”. Dalam mimbar, ia mengajak para umat Buddha untuk mengingat kisah Siddharta Gautama.
“Dalam sejarah Agama Budha, ada kerajaan di India, raja dan ratunya memerintah dengan adil. Keduanya selama 20 tahun tidak memiliki keturunan. Padahal kalau tidak ada keturunan tidak ada yang meneruskan. Tapi mereka tidak pernah kecewa dengan Gusti (Tuhannya). Hingga pada suatu hari ratu ini bermimpi melihat gajah putih yang ada sekuntum bunga teratai di belalainya. Gajah itu masuk ke perut ratu di sebelah kanan, dan tak lama setelah mimpi itu ratu hamil. Berselang waktu, ia melahirkan anaknya dan diberi nama Siddharta, seperti yang kita kenal saat ini,” kata Romo Pasit. (nib) Editor : Ali Mustofa