Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat dengan Bunda Hindun Anisah: Istiqomah Ngaji di Tengah Kesibukan sebagai Stafsus Menaker RI

Ali Mustofa • Selasa, 16 Mei 2023 | 22:06 WIB
Hj Hindun Anisah (Istimewa for Radar Kudus)
Hj Hindun Anisah (Istimewa for Radar Kudus)
JEPARA – Bunda Nyai Hj Hindun Anisah, MA adalah Wasekjend DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Putri dari ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah dan KH. Muhammad Nasih Hamid. Cucu dari KH. Abdul Hamid Pasuruan dan KH. Ali Maksum Krapyak Jogjakarta.

Lahir 2 Mei 1974, istri H. Nuruddin Amin bin KH Amin Sholeh, Bangsri Jepara ini, dari jalur suami, merupakan buyut dari Mbah KHR Asnawi Kudus.

Bunda Hindun seorang hafidzah, pernah Juara 1 MTQ Nasional cabang Tafsir Bahasa Arab dan Tahfidz 30 Juz Putri. Kuliah S1 di dua Perguruan Tinggi, UGM & UIN Jogja, ia lalu lanjut S2 di Amsterdam University.

Bunda Hindun pernah mengajar di Unisnu Jepara, aktif mengurus LKKNU dan LPBHNU Jepara periode 2005-2015, dan periode ini berkhidmah sebagai Sekretaris RMI PBNU.

Bersama dengan suaminya, KH Nuruddin Amin (Gus Nung) yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Hj. Hindun Anisah mengelola Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri. Salah satu Pesantren tua yang didirikan oleh KH. Amin Soleh ayah dari Gus Nung.

Kegiatannya dalam dunia pesantren terlihat saat dirinya sukses menggelar acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2 dan Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri menjadi tuan rumahnya. Keterlibatannya dengan KUPI dimulai dalam program P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) untuk orang-orang pesantren dan aktivis.

Saat ini Hj. Hindun Anisah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI dan Sekretaris di Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan maju sebagai Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jepara, Kudus, Demak.

Sementara kiprahnya dalam melindungi hak perempuan, pada 2012 silam ia dipercayai mengemban tugas sebagai salah satu anggota Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Kebetulan, wilayah kerjanya mencakup Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Yang dihadapi saat itu memang kebanyakan tenaga kerja perempuan. Tenaga kerja wanita (TKW) yang memiliki masalah yang kompleks. Di samping kerentanan tenaga kerja wanita lebih tinggi dibanding pria, ditemukan banyak tenaga kerja yang berangkat tanpa skill yang memadai.

Tidak sedikit TKW yang berangkat setelah diiming-imingi calo. Asal berangkat kerja saja tanpa kemampuan bahasa atau skill bekerja, maka menjadi masalah. Karena sampai sana (lokasi bekerja) mereka banyak disalahpahami majikannya.

Tahun itu, ia bersama tim satgas juga membantu TKW yang terancam hukuman mati. Ia berhasil menerapkan sistem pendataan pekerja migran. Ia juga membantu menyewakan pengacara untuk TKW saat itu.

Istri Wakil Ketua DPRD Jepara itu bisa dikatakan 90 persen misi satgasnya  berhasil. Banyak permasalahan menjadi terurai, meski hukuman mati tetap ada yang tidak bisa dihindarkan.

Banyak TKW dituduh membunuh, dan meracuni majikan. Padahal tidak sepenuhnya benar. Ini ia temui saat berbicara langsung dengan TKW.

Pernah suatu kali dalam kunjungannya ke rumah sakit, ia mendapati satu pekerja tulangnya retak karena mencoba menyelamatkan diri dari percobaan pemerkosaan.

Pengalaman ini tidak membuatnya menyesal. Pekerjaan dengan beban yang sangat berat ini ia nikmati dan jalani. Baginya, menolong orang, terutama tenaga kerja wanita adalah panggilan jiwa. Lepas dari anggota satgas, ia tetap membantu tenaga kerja yang membutuhkan bantuannya. (nib/war) Editor : Ali Mustofa
#wasekjend pkb #jepara #hindun anisah #ponpes hasyim asy'ari bangsri #stafsus menaker ri